Dismenore, atau nyeri saat menstruasi merupakan salah satu keluhan umum yang sering dialami oleh remaja putri dan dapat berdampak pada terganggunya aktivitas harian. Salah satu faktor yang diduga berkontribusi terhadap timbulnya dismenore adalah kebiasaan mengonsumsi makanan cepat saji. makanan jenis ini umunya mengandung kadar lemak jenuh dan kalori yang tinggi, serta zar aditif yang berpotensi meningkatkan produksi prostaglandin, sehingga memicu kontraksi otot rahim dan menimbulkan nyeri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara konsumsi makanan cepat saji dengan tingkat nyeri menstruasi pada remaja putri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional, melibatkan 90 siswi SMP Negeri 53 Jakata yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling Instrumen yang digunakan meliputi Food Frequency Questionnaire (FFQ) untuk mengukur frekuensi konsumsi makanan cepat saji dan Numeric Rating Scale (NRS) untuk menilai intensitas nyeri menstruasi. Analisis data dilakukan menggunakan uji Spearman-Rank. hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara konsumsi makanan cepat saji dan tingkat nyeri menstruasi (p=0,000). Penelitian ini menyimpulkan bahwa semakin sering seseorang mengonsumsi makanan cepat saji maka semakin tinggi tingkat nyeri menstruasi yang dirasakan, begitu juga sebaliknya.
Copyrights © 2026