Peningkatan prevalensi obesitas menjadi salah satu masalah kesehatan yang perlu diperhatikan. Salah satu upaya pencegahannya adalah meningkatkan konsumsi serat melalui pengembangan makanan camilan. Waffle merupakan salah satu camilan yang kerap dikonsumsi, namun memiliki kandungan serat rendah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis daya terima dan kandungan serat waffle substitusi tepung biji chia dan tepung biji durian. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan formula kontrol (F0) dan dua formula modifikasi (F1 dan F2) yang diuji kepada panelis tidak terlatih berusia 16-18 tahun menggunakan uji hedonik 5 skala terhadap warna, aroma, rasa, dan tekstur. Kandungan serat formula terbaik dianalisis melalui uji laboratorium menggunakan meytode gravimetri. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat perbedaan daya terima yang signifikan antara F1 dan F2 pada atribut warna (p=0,705), aroma (p=0,763), dan tekstur (p=0,847). Terdapat perbedaan yang signifikan pada atribut rasa (p=0,003), namun tidak terdapat perbedaan antara F0 dan F1 (p=0,564). Hasil analisis laboratorium menunjukkan bahwa kandungan serat formula F1 sebesar 2,5 g/100 g, memenuhi 6,75% kebutuhan serat harian. Dengan demikian, formula F1 merupakan formulasi waffle substitusi tepung biji chia dan tepung biji durian yang paling dapat diterima oleh panelis serta memiliki kandungan serat yang berpotensi mendukung pencegahan obesitas.
Copyrights © 2026