Diabetes Mellitus tipe 2 adalah masalah kesehatan global yang dapat menyebabkan berbagai komplikasi serius dan meningkatkan risiko kematian. Kondisi ini terjadi saat tubuh tidak cukup memproduksi insulin atau tidak mampu menggunakannya secara efektif, sehingga glukosa menumpuk dalam darah. Pola makan tinggi kalori yang tidak seimbang dan kurangnya aktivitas fisik merupakan dua faktor utama yang memicu diabetes mellitus tipe 2 dan sindrom metabolik. Pada penelitian ini digunakan pendekatan Systematic Literature Review (SLR) dengan mengacu pada pedoman PRISMA. Proses pencarian artikel dilakukan melalui basis data seperti PubMed, ScienceDirect, dan Springer. Pencarian menggunakan kata kunci berdasarkan formulasi PICO (Population, Intervention, Comparison, Outcome) untuk publikasi antara tahun 2015 hingga 2025. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa perubahan gaya hidup, termasuk peningkatan aktivitas fisik, perbaikan pola konsumsi makanan, pengelolaan stres, serta tidur yang cukup, berkontribusi terhadap perbaikan kontrol glikemik pada penderita diabetes tipe 2. Intervensi tersebut terbukti menurunkan kadar HbA1c, glukosa darah puasa, serta memperbaiki profil lipid dan Body Mass Index (BMI). Namun, beberapa studi memiliki keterbatasan seperti ukuran sampel kecil dan bias laporan diri, yang membatasi generalisasi temuan. Pola makan dan aktivitas fisik sehari-hari berkaitan dengan risiko diabetes mellitus tipe 2, maka diperlukan adanya modifikasi secara konsisten untuk menjadi manajemen yang efektif dalam menangani penyakit ini.
Copyrights © 2026