Tuberkulosis Resistan Obat (TB RO) merupakan tantangan signifikan bagi kesehatan global yang memerlukan regimen terapi lini kedua yang kompleks, multiobat, serta berdurasi panjang. Kompleksitas farmakoterapi ini meningkatkan kerentanan pasien terhadap Drug Related Problems (DRPs) yang dapat menghambat keberhasilan klinis dan keselamatan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis prevalensi dan manifestasi DRPs pada pasien TB RO melalui metode Systematic Literature Review (SLR) dengan pendekatan PRISMA. Penelusuran literatur dilakukan pada tujuh database elektronik meliputi Google Scholar, PubMed, PubMed Central, SpringerLink, ScienceDirect, Wiley Online Library, dan Taylor & Francis Online untuk artikel periode 2016–2026. Hasil analisis terhadap 15 artikel final menunjukkan bahwa prevalensi DRPs pada pasien TB RO berada pada rentang 58,3% hingga 92,4%. Manifestasi DRPs yang dominan mencakup adverse drug reactions (ADR), interaksi obat, ketidaksesuaian dosis, medication non-adherence , untreated indication , dan monitoring failure . Linezolid dan Bedaquiline teridentifikasi sebagai kontributor utama kejadian DRPs, didukung oleh pengaruh obat lain seperti clofazimine dan delamanid. Kajian ini menyimpulkan bahwa penguatan pharmaceutical care dan keterlibatan aktif farmasis klinis sangat krusial dalam deteksi dini serta penanganan problem farmakoterapi guna meningkatkan keberhasilan terapi dan mencegah loss to follow up.
Copyrights © 2026