Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pendekatan top down planning dalam proses mengentas kemiskinan, khususnya program keluarga harapan(PKH) yang telah lama dilaksanakan oleh pemerintah. Penelitian ini menggunakan menggunakan metode deskriptif kualitatif yang berfokus pada memahami proses, tingkah laku, dan kondisi sebagaimana dipersepsikan oleh individu atau kelompok. Dengan metode ini maka penulis mencoba mengamati, menganalis dan menggambarkan fenomena yang terjadi dalam pelaksanaan Program Keluarga Harapan. Dapat diketahui bahwa pemerintah sudah merespon dengan baik kesulitan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan dasarnya. Sesuai dengan konsep pemberdayaan, pemerintah mencoba untuk memberikan daya atau memampukan rakyatnya. Dalam pelaksanaannya pendekatan top down planning sering dilakukan untuk menjalankan suatu kegiatan atau program. Secara konseptual, pendekatan top down planning memiliki arti suatu perencanaan yang dibuat oleh pemerintah ditujukan kepada masyarakat dimana masyarakat sebagai pelaksana saja. Akan tetapi, dalam jangka yang lebih panjang hal tersebut justru memicu timbulnya polemik, seperti : (1) sifat ketergantungan dan kecemburuan sosial (2) pendataan RTSM, (3) kurangnya sosialisasi, (4) dan pencairan dana yang sering tidak tepat waktu merupakan masalah yang belum terselesaikan hingga saat ini.
Copyrights © 2017