Kemampuan motorik kasar siswa sekolah dasar yang masih rendah jadi masalah besar dalam pembelajaran pendidikan Jasmani. Ini karena aktivitas fisik mereka berkurang, ditambah kebiasaan utama gadget yang membuat anak jarang melakukan latihan gerakan sederhana seperti lari, lompat, lempar, atau tangkap bola. Penelitian ini mau lihat seberapa besar dampak permainan bola kecil buat naikin skill motorik kasar anak SD. Metodenya kuantitatif pake desain pre-eksperimen one-group pretest-posttest. Sampelnya 20 siswa usia 7-9 tahun dari SDN 4 Karangmulya, dipilih purposive sampling. Alat tesnya TGMD-2 (Test of Gross Motor Development-2) yang mengukur kemampuan lokomotor sama kontrol objek. Data diolah melalui statistik deskriptif, uji Shapiro-Wilk membuat normalitas, ditambah uji t sampel berpasangan. Hasilnya, skor rata-rata naik dari 58,90 pada pretest menjadi 86,20 pada posttest, dengan p-value < 0,001 jelas ada peningkatan yang signifikan. Ternyata permainan bola kecil dapat bantu meningkatkan koordinasi mata-tangan, keseimbangan, kelincahan, dan kontrol objek siswa. Sehingga permainan ini bisa menjadi cara belajar yang asik sekaligus efektif untuk mengoptimalkan perkembangan motorik kasar anak SD. Penelitian lanjutan sebaiknya pakai desain eksperimen lengkap dengan kelompok kontrol, sampel lebih banyak, serta mengeksplorasi dampak permainan bola kecil pada hal-hal lain seperti kondisi fisik dan semangat belajar anak didik.
Copyrights © 2026