Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya keterampilan dribbling pada atlet futsal usia 13 tahun di Satria Lorenz Futsal Academy. Kondisi tersebut terlihat dari penguasaan bola yang belum stabil, kontrol yang kurang baik saat menggiring, serta terbatasnya variasi latihan yang secara khusus melatih kemampuan dribbling. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh latihan ball feeling dan agility terhadap peningkatan kemampuan dribbling, sekaligus membandingkan efektivitas kedua metode tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain quasi-experiment melalui model Two-Group Pretest–Posttest Design. Sampel penelitian terdiri dari 34 atlet yang dibagi ke dalam dua kelompok, masing-masing 17 orang. Kelompok pertama diberikan latihan ball feeling, sedangkan kelompok kedua menjalani latihan agility. Instrumen yang digunakan berupa tes dribbling zig-zag dengan pengukuran waktu tempuh dalam detik. Analisis data dilakukan melalui uji normalitas One-Sample Kolmogorov-Smirnov dan uji Paired Sample t-Test pada taraf signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua jenis latihan memberikan pengaruh signifikan terhadap peningkatan kemampuan dribbling. Peningkatan pada kelompok ball feeling sebesar 1,46471 detik, sedangkan kelompok agility mencapai 2,22353 detik. Dengan demikian, kedua metode efektif, namun latihan agility menunjukkan hasil yang lebih optimal sehingga disarankan untuk dikombinasikan dalam program latihan.
Copyrights © 2026