Penelitian ini menganalisis pengaruh pemanfaatan HR Analytics terhadap kinerja karyawan generasi Z di lingkungan kerja hybrid. Generasi Z menunjukkan preferensi kuat terhadap model kerja hybrid karena fleksibilitas dan integrasi dengan kehidupan pribadi, namun pemanfaatan HR Analytics dalam mengelola kinerja karyawan belum optimal di banyak organisasi. Pendekatan kuantitatif dilakukan dengan survei kuesioner pada 185 karyawan Generasi Z yang bekerja dalam pola hybrid di berbagai sektor di Indonesia, kemudian dianalisis menggunakan SEM-PLS (Structural Equation Modeling-Partial Least Squares). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan HR Analytics berpengaruh positif signifikan terhadap employee engagement (β=0.618, p<0.01) dan kinerja karyawan (β=0.387, p<0.05). Employee engagement terbukti menjadi mediator parsial yang signifikan dalam hubungan antara HR Analytics dan kinerja (indirect effect=0.224, p<0.01). Model pengukuran menunjukkan validitas dan reliabilitas yang memadai (AVE >0.5, Composite Reliability >0.7 untuk semua konstruk). Kata Kunci: Employee Engagement, Generasi Z, HR Analytics, Kerja Hybrid, Kinerja Karyawan, SEM-PLS
Copyrights © 2025