Penelitian ini mengkaji integrasi penguatan pendidikan karakter dalam pembelajaran berbasis literasi digital pada siswa sekolah dasar di era pasca-pandemi. Permasalahan yang dihadapi adalah kompleksitas mengintegrasikan lima nilai PPK (religius, nasionalis, mandiri, gotong royong, dan integritas) dengan literasi digital dalam pembelajaran. Penelitian kualitatif dengan desain studi kasus ini melibatkan 30 siswa kelas 4, 5, dan 6 di SD Negeri 2 Kesamben. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldana. Hasil penelitian menunjukkan model dapat diimplementasikan melalui tiga tahapan: pembiasaan penggunaan media digital bertanggung jawab, pengembangan kemampuan analisis dan evaluasi konten digital, serta transformasi digital melalui kreativitas bermuatan karakter. Implementasi model menghasilkan peningkatan rata-rata 26% dalam kompetensi literasi digital, disertai perubahan perilaku positif seperti peningkatan selektivitas konten dari 52% menjadi 89% dan kemampuan verifikasi informasi dari 48% menjadi 85%. Strategi implementasi mencakup pemanfaatan konten digital edukatif (35%), permainan digital (25%), perangkat keras (22%), dan tes kompetensi digital (18%). Model ini terbukti efektif membentuk kesadaran digital citizenship dan menciptakan ekosistem pembelajaran holistik yang mengintegrasikan pengembangan karakter dengan kompetensi digital di era pasca-pandemi.
Copyrights © 2026