Penelitian ini bertujuan membedah nilai sosial dan identitas kebangsaan dalam lirik lagu Syubbanul Wathan karya KH. Abdul Wahab Chasbullah melalui kacamata sosiolinguistik. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini menganalisis diksi dalam konteks sosial-politik era perjuangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan istilah religius merupakan simbol perlawanan ideologis terhadap kolonialisme. Secara sosiolinguistik, hibriditas bahasa Arab dan Indonesia mencerminkan identitas religiusitas yang berakar pada nasionalisme. Lagu ini berfungsi sebagai instrumen mobilisasi sosial melalui kekuatan tutur yang persuasif. Simpulannya, Syubbanul Wathan berhasil membangun identitas kebahasaan transformatif yang menyatukan nilai keagamaan dan kebangsaan sebagai penguat kohesi sosial.
Copyrights © 2026