Pendahuluan: Mual dan muntah dalam kehamilan yang dikenal sebagai emesis gravidarum adalah kondisiumum yang dialami oleh sekitar 70–80% wanita hamil, terutama pada trimester pertama kehamilan. Gejala ini muncul pada usia kehamilan 4–8 minggu berlanjut hingga minggu ke-14 atau ke-16, bahkan sekitar 12% wanita hamil masih mengalami mual muntah hingga trimester akhir.Tujuan: penelitian ini untuk mengetahui efektivitas kombinasi rebusan jahe merah (zingiber officinale var rubrum rhizome) dan campuran madu habbat HNI terhadap penurunan emesis gravidarum pada ibu hamil trimester I. Metode: Penelitian ini adalah pre-eksperiment dengan desain One Group pre-post test. Populasi pada penelitian ini adalah ibu hamil trimester I yang mengalami mual muntah yang ada di Wilayah kerja Puskesmas Nanggalo pada bulan Juni sampai Agustus 2025 sebanyak 42 orang. Sampel diambil dengan teknik purposive sampling berjumlah 16 orang. Data dianalisis dengan menggunakan t-test. Hasil: Didapatkan rata-rata emesis gravidarum sebelum diberikan intervensi rebusan jahe merah dan madu habbat sebesar 9,06 dan setelah diberikan intervensi sebesar 4,33. Terdapat pengaruh rebusan jahe merah dan campuran madu terhadap emesis gravidarum dengan nilai Ï=0,000 (Ï0,05). Kesimpulan: Ada efektifitas yang signifikan antara jumlah mual muntah ibu hamil sebelum dan sesudah diberikan minuman rebusan jahe merah dan campuran madu habbat HNI terhadap emesis gravidarum pada ibu hamil Trimester 1.
Copyrights © 2026