Kajian ini didasarkan pada pengamatan terhadap perkembangan bahasa anak usia dini dalam interaksi sehari-hari dengan keluarganya. Melalui studi kasus terhadap Amalia Hayatun Najah (3 tahun 2 bulan) di Desa Ogosipat, penelitian ini mengkaji perkembangan sintaksis dalam pemerolehan bahasa pertama menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data penelitian diperoleh melalui observasi partisipatif terbatas, wawancara semi-terstruktur dengan orang tua, serta dokumentasi tuturan anak. untuk menjamin keabsahan data, penelitian ini menerapkan triangulasi teknik dan triangulasi sumber melalui kombinasi observasi, wawancara, dan dokumentasi serta perbandingan data tuturan anak dalam interaksi dengan anggota keluarga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Amalia telah mampu membentuk berbagai jenis kalimat, meliputi kalimat sederhana, tanya, jawab, dan ajakan, dengan struktur sintaksis dasar yang relatif lengkap. Meskipun masih bercirikan bahasa tutur anak, ia dapat mengatur urutan waktu, mengenali objek tertentu, serta terlibat aktif dalam percakapan. Kegiatan bercerita yang dilakukan orang tua berkontribusi pada pengayaan kosakata dan penguatan struktur kalimat anak. Interaksi verbal dalam lingkungan keluarga, terutama penggunaan Bahasa Bugis sebagai bahasa ibu, berperan penting dalam mendukung perkembangan sintaksis. Temuan ini menegaskan pentingnya keterlibatan aktif orang tua dalam stimulasi bahasa sejak usia dini
Copyrights © 2026