Tantangan implementasi Kurikulum Merdeka saat ini terletak pada kesiapan perangkat instruksional guru dalam menyajikan pembelajaran bermakna untuk mengantisipasi fenomena belajar permukaan (surface learning). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perencanaan, pelaksanaan, dan sistem penilaian pembelajaran Bahasa Indonesia berbasis deep learning pada materi teks iklan, slogan, dan poster di Sekolah Menengah Pertama. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian ini melibatkan satu orang guru mata pelajaran Bahasa Indonesia dan seluruh peserta didik kelas VIII SMP Katolik Kuala Dua yang berjumlah satu kelas. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi kelas non-partisipan selama dua hari pertemuan, wawancara mendalam bersama guru, dan studi dokumentasi Modul Ajar. Seluruh data lapangan dianalisis secara interaktif menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) perencanaan pembelajaran telah terstruktur mencakup empat Tujuan Pembelajaran berorientasi Higher Order Thinking Skills (HOTS) melalui pemetaan tiga rumpun gaya belajar siswa; (2) pelaksanaan kelas diimplementasikan secara dinamis menggunakan model Project-Based Learning (PjBL) yang berpusat pada siswa, didukung fleksibilitas alokasi waktu oleh guru; dan (3) sistem penilaian mencakup tiga fase evaluasi komprehensif, yaitu asesmen diagnostik awal, formatif berupa rubrik observasi sikap, serta sumatif menggunakan instrumen penilaian keterampilan produk dengan akumulasi skor maksimal 100. Dengan demikian, perpaduan Kurikulum Merdeka dan pendekatan deep learning di SMP Katolik Kuala Dua telah berjalan secara berkesinambungan dan adaptif dalam mewujudkan pembelajaran yang relevan.
Copyrights © 2026