Jurnal Health Reproductive
Vol 11 No 1 (2026): Jurnal Health Reproductive

EFEKTIVITAS PENGGUNAAN SENSORY PLAY MAT TERHADAP PERKEMBANGAN MOTORIK BAYI USIA 6–12 BULAN DI PMB RONNI SIREGAR

Ronni Naudur Siregar (Universitas Sari Mutiara Indonesia)
Elisa Silvia Aritonang (Universitas Sari Mutiara Indonesia)
Lampita Sitorus (Universitas Sari Mutiara Indonesia)
Enni Halawa (Universitas Sari Mutiara Indonesia)



Article Info

Publish Date
29 Jul 2026

Abstract

Latar belakang: Masa bayi usia 6–12 bulan merupakan periode kritis perkembangan karena terjadi percepatan pematangan sistem saraf dan otot yang menjadi dasar perkembangan motorik kasar dan halus. Pada periode ini, tingginya neuroplastisitas menjadikan stimulasi sensorik dan motorik berulang sangat penting dalam pembentukan koneksi saraf, sedangkan keterlambatan perkembangan dapat berdampak pada aspek kognitif, sosial-emosional, dan meningkatkan risiko gangguan neurologis di kemudian hari. Tujuan: untuk mengetahui efektivitas penggunaan Sensory play mat terhadap perkembangan motorik bayi usia 6–12 bulan di PMB Ronni Siregar. Metode: menggunakan desain kuantitatif dengan metode quasi-experimental (eksperimen semu). Desain yang digunakan adalah one group pretest–posttest design, yaitu penelitian yang dilakukan dengan cara mengukur perkembangan motorik bayi sebelum diberikan intervensi (pretest), kemudian memberikan perlakuan berupa penggunaan Sensory play mat , dan selanjutnya melakukan pengukuran kembali setelah intervensi (posttest). Hasil: Hasil uji Wilcoxon menunjukkan terdapat perbedaan yang bermakna antara perkembangan motorik bayi sebelum dan sesudah intervensi dengan nilai signifikansi p = 0,002. Dengan demikian, penggunaan sensory play mat efektif terhadap perkembangan motorik bayi usia 6–12 bulan di PMB Ronni Siregar. Kesimpulan: Karakteristik responden dalam penelitian ini terdiri dari 17 bayi usia 6–12 bulan, dengan distribusi usia terbanyak pada kelompok 6–8 bulan dan 9–11 bulan, masing-masing 7 bayi (41,2%), serta didominasi oleh bayi laki-laki sebanyak 9 bayi (52,9%). Sebelum diberikan intervensi sensory play mat, perkembangan motorik menunjukkan 7 bayi (41,2%) berada pada kategori sesuai, 7 bayi (41,2%) kategori meragukan, dan 3 bayi (17,6%) kategori penyimpangan. Setelah intervensi, terjadi peningkatan perkembangan motorik, dengan 15 bayi (88,2%) berada pada kategori sesuai, 2 bayi (11,8%) kategori meragukan, dan tidak ada lagi bayi yang berada pada kategori penyimpangan.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

JRH

Publisher

Subject

Description

Jurnal Health Reproductive merupakan salah satu wadah bagi peneliti, dosen dan mahasiswa untuk menerbitkan artikel-artikel hasil penelitian. Jurnal ini berisikan artikel terkait tentang kesehatan reproduksi perempuan sepanjang siklus kehidupan dengan kaidah-kaidah penulisan yang baik dan benar. ...