Lampita Sitorus
Universitas Sari Mutiara Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

EFEKTIVITAS PENGGUNAAN SENSORY PLAY MAT TERHADAP PERKEMBANGAN MOTORIK BAYI USIA 6–12 BULAN DI PMB RONNI SIREGAR Ronni Naudur Siregar; Elisa Silvia Aritonang; Lampita Sitorus; Enni Halawa
Jurnal Reproductive Health Vol 11 No 1 (2026): Jurnal Health Reproductive
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jrh.v11i1.6510

Abstract

Latar belakang: Masa bayi usia 6–12 bulan merupakan periode kritis perkembangan karena terjadi percepatan pematangan sistem saraf dan otot yang menjadi dasar perkembangan motorik kasar dan halus. Pada periode ini, tingginya neuroplastisitas menjadikan stimulasi sensorik dan motorik berulang sangat penting dalam pembentukan koneksi saraf, sedangkan keterlambatan perkembangan dapat berdampak pada aspek kognitif, sosial-emosional, dan meningkatkan risiko gangguan neurologis di kemudian hari. Tujuan: untuk mengetahui efektivitas penggunaan Sensory play mat terhadap perkembangan motorik bayi usia 6–12 bulan di PMB Ronni Siregar. Metode: menggunakan desain kuantitatif dengan metode quasi-experimental (eksperimen semu). Desain yang digunakan adalah one group pretest–posttest design, yaitu penelitian yang dilakukan dengan cara mengukur perkembangan motorik bayi sebelum diberikan intervensi (pretest), kemudian memberikan perlakuan berupa penggunaan Sensory play mat , dan selanjutnya melakukan pengukuran kembali setelah intervensi (posttest). Hasil: Hasil uji Wilcoxon menunjukkan terdapat perbedaan yang bermakna antara perkembangan motorik bayi sebelum dan sesudah intervensi dengan nilai signifikansi p = 0,002. Dengan demikian, penggunaan sensory play mat efektif terhadap perkembangan motorik bayi usia 6–12 bulan di PMB Ronni Siregar. Kesimpulan: Karakteristik responden dalam penelitian ini terdiri dari 17 bayi usia 6–12 bulan, dengan distribusi usia terbanyak pada kelompok 6–8 bulan dan 9–11 bulan, masing-masing 7 bayi (41,2%), serta didominasi oleh bayi laki-laki sebanyak 9 bayi (52,9%). Sebelum diberikan intervensi sensory play mat, perkembangan motorik menunjukkan 7 bayi (41,2%) berada pada kategori sesuai, 7 bayi (41,2%) kategori meragukan, dan 3 bayi (17,6%) kategori penyimpangan. Setelah intervensi, terjadi peningkatan perkembangan motorik, dengan 15 bayi (88,2%) berada pada kategori sesuai, 2 bayi (11,8%) kategori meragukan, dan tidak ada lagi bayi yang berada pada kategori penyimpangan.