Pengelolaan media sosial di desa-desa wisata di kawasan Geopark Bogor Halimun Salak masih menghadapi tantangan, seperti kurangnya konsistensi unggahan konten, kualitas visual yang rendah, dan keterbatasan kemampuan pengeditan dan branding digital. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pengelola desa wisata dalam memanfaatkan Instagram sebagai media promosi digital. Program ini dilaksanakan di lima desa wisata: Benteng, Bojongrangkas, Gunung Malang, Gunung Sari, dan Tamansari melalui metode observasi, konseling, praktik langsung, mentoring, dan monitoring. Peserta adalah pengelola desa wisata yang aktif terlibat dalam pengelolaan media sosial. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test, observasi partisipan, dan monitoring akun Instagram setelah pelatihan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta tentang pengelolaan media sosial dan pembuatan konten digital, dengan skor pre-test rata-rata 1,9–2,5 meningkat menjadi 4,8–5,0 pada post-test. Lebih lanjut, terjadi peningkatan kualitas visual akun Instagram, konsistensi unggahan konten, dan penggunaan fitur reels dan highlights sebagai media promosi pariwisata.
Copyrights © 2026