Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan semiotika Roland Barthes pada trailer film Gaza (Hayya 3), sebuah film tentang anak yatim piatu dari relawan kemanusiaan yang wafat di Palestina dan pertemuannya dengan Hayya. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik observasi digital terhadap 6 cuplikan utama—meliputi adegan, dialog, dan simbol visual—serta studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa trailer berdurasi 2 menit 15 detik ini menggabungkan potongan adegan pemain dengan video riil, seperti aksi kemanusiaan di Monas dan pria pembawa bendera di tengah asap. Melalui konsep tanda Barthes, objek visual seperti bendera, syal, jilbab, dan baju Palestina bertindak sebagai signified (petanda) yang mempertegas identitas film. Sebaliknya, orasi kemanusiaan dan pengeboman bangunan bertindak sebagai signifier (penanda) ekspresi film. Secara denotasi, tangisan Hayya dan aksi ketapel pemuda menunjukkan kepiluan serta perjuangan fisik. Secara konotasi, tangisan tersebut memicu destabilisasi makna (multi-tafsir) bagi penonton, sementara ketapel menyimbolkan keterbatasan yang tidak menyurutkan semangat juang. Penelitian ini berkontribusi penting pada studi komunikasi Islam dengan membuktikan bahwa trailer film efektif menyampaikan pesan dakwah dan keagamaan yang mendalam melalui simbol visual dan audio.
Copyrights © 2026