Konsep allah lain dalam Alkitab tidak hanya merujuk pada penyembahan patung atau dewa-dewa kuno, tetapi juga pada kecenderungan hati manusia yang menempatkan ciptaan menggantikan Allah Sang Pencipta. Pada era kecerdasan buatan, bentuk penyembahan berhala hadir secara lebih halus melalui pengultusan teknologi, kekayaan, kekuasaan, dan berbagai sumber otoritas selain Allah. Penelitian ini bertujuan menganalisis makna teologis konsep allah lain, perkembangan historis penyembahan berhala, serta relevansinya bagi kehidupan orang Kristen di era digital berdasarkan dokumen gereja resmi dan kajian teologis periode 2024–2026. Penelitian menggunakan metode kajian kepustakaan dengan pendekatan historis-teologis dan eksegetis terhadap teks Alkitab menggunakan Terjemahan Baru Edisi Kedua. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akar penyembahan berhala terletak pada penyimpangan naluri religius manusia akibat dosa, sehingga segala sesuatu dapat menjadi allah lain ketika dijadikan sumber kebenaran dan pengharapan tertinggi. Oleh karena itu, orang Kristen dipanggil memelihara kemurnian iman dan menempatkan Yesus Kristus sebagai satu-satunya Tuhan yang layak disembah.
Copyrights © 2026