Kegiatan pembelajaran di SMK Negeri 7 Kolaka masih didominasi metode ceramah di dalam kelas, sehingga peserta didik kurang memiliki ruang untuk mengembangkan keterampilan komunikasi secara aktif. Hal ini berdampak pada rendahnya kepercayaan diri dan kemampuan mengekspresikan gagasan secara lisan. Untuk mengatasi hal tersebut, tim pengabdi melaksanakan kegiatan pengabdian berupa intervensi pembelajaran terintegrasi di luar kelas yang mengombinasikan aktivitas pemanasan fisik-mental, simulasi drama, dan praktik speaking bertema lingkungan. Kegiatan ini diikuti oleh 29 peserta didik kelas X dari tiga kompetensi keahlian (DKV, TO, dan DPIB) dengan pendampingan intensif dari tim pengabdi dan guru mitra. Evaluasi dilakukan melalui desain pretest-posttest satu kelompok untuk memetakan perkembangan kompetensi. Hasil menunjukkan peningkatan yang signifikan pada ketiga aspek kemampuan, dengan peserta didik menunjukkan keberanian tampil, penggunaan gestur dan intonasi yang lebih terarah, serta kelancaran berbicara yang meningkat. Lebih dari itu, kegiatan ini memberikan dampak strategis bagi mitra sekolah: guru mitra memperoleh kapasitas baru dalam memfasilitasi pembelajaran kinestetik dan kontekstual di ruang terbuka, sementara pihak sekolah berencana mengintegrasikan model ini ke dalam program ekstrakurikuler dan pendampingan kesiapan dunia kerja. Kegiatan pengabdian ini tidak hanya meningkatkan keterampilan komunikasi peserta didik, tetapi juga memberdayakan guru dan menciptakan ekosistem pembelajaran yang aktif, relevan, dan selaras dengan pencapaian SDGs tujuan ke-4 tentang pendidikan berkualitas melalui pendekatan pembelajaran yang relevan, aktif, dan bermakna bagi pengembangan keterampilan abad ke-21. Integrated Out-of-Class Service-Learning and Its Impact on Warm-Up Movement Competence, Drama Preparatory Skills, and Environmental-Themed Speaking Proficiency at SMK Negeri 7 Kolaka Abstract Learning activities at SMK Negeri 7 Kolaka are still dominated by lecture-based methods in the classroom, leaving students with little opportunity to actively develop their communication skills. This results in low self-confidence and limited ability to express ideas verbally. To address this, the service team implemented a community service activity in the form of an integrated out-of-class learning intervention that combined physical and mental warm-up activities, drama simulations, and speaking practice on environmental themes. This activity was attended by 29 tenth-grade students from three vocational programs (DKV, TO, and DPIB) with intensive guidance from the service team and partner teachers. Evaluation was conducted using a one-group pretest-posttest design to map competency development. The results showed significant improvement in all three aspects of ability, with students demonstrating greater confidence in presenting, more focused use of gestures and intonation, and improved fluency in speaking. Furthermore, this activity had a strategic impact on the school’s partners: partner teachers gained new capacity in facilitating kinesthetic and contextual learning in open spaces, while the school plans to integrate this model into its extracurricular programs and career readiness support. This community service initiative not only enhances students’ communication skills but also empowers teachers and fosters a learning ecosystem that is active, relevant, and aligned with the achievement of SDG Goal 4 on quality education through a learning approach that is relevant, active, and meaningful for the development of 21st-century skills.
Copyrights © 2026