Penelitian ini mengeksplorasi fenomena komunikasi oversharing dan manajemen privasi pada Generasi Zmelalui fitur Close Friends di Instagram. Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami bagaimana pengguna muda mengekspresikan pengalaman pribadi dan mengelola batas privasi digital mereka dalam ruang daring semi-pribadi. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif interpretif dengan pendekatan kualitatif fenomenologi untuk mengungkap makna subjektif di balik perilaku keterbukaan diri berlebihan pada Generasi Z. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam semi-terstruktur terhadap enam partisipan berusia 18–25 tahun yang aktif menggunakan fitur Close Friends. Data tambahan diperoleh melalui observasi unggahan dan kajian pustaka sebagai pendukung analisis.Hasil penelitianmenunjukkan bahwa perilaku oversharing pada Generasi Z didorong oleh kebutuhan untuk melepaskan emosi, mencari validasi sosial, serta rendahnya kesadaran terhadap risiko privasi digital. Para partisipan memandang Close Friends sebagai ruang aman untuk mengekspresikan diri, mencari perhatian, dan menjaga kedekatan sosial dengan teman sebaya. Namun, temuan juga mengungkap adanya gangguan batas privasi (boundary turbulence) ketika konten pribadi menyebar di luar audiens yang diharapkan. Penelitian ini menggunakan teori Communication Privacy Management untuk menjelaskan bagaimana pengguna muda menegosiasikan keterbukaan dan privasi di era digital.
Copyrights © 2025