Abstract. This study examines the Love-Based Curriculum (KBC) as an innovation in Islamic education that functions not only as a pedagogical tool but also as a practice of communication and value journalism in promoting moderate Islamic education in the digital era. Amid information disruption, polarized religious discourse, and the spread of disinformation and extremism in digital spaces, this study analyzes the role of KBC in framing, gatekeeping, and constructing wasathiyah Islamic narratives to foster moderate, tolerant, and inclusive students. The research employs a descriptive qualitative approach through a literature review with content analysis of one official policy document and 22 relevant scholarly publications. The findings show that KBC frames Islam as a religion of mercy, justice, and humanity through teachers' roles as value gatekeepers and the use of participatory, dialogical, and humanistic digital spaces. The study proposes a conceptual model of KBC as a value-based educational communication system that integrates message selection, narrative framing, and ethical dissemination to strengthen value and media literacy while fostering a religious, critical, adaptive, and socially responsible generation. Abstrak. Penelitian ini mengkaji Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) sebagai inovasi pendidikan Islam yang tidak hanya berfungsi sebagai perangkat pedagogis, tetapi juga sebagai praktik komunikasi dan jurnalistik nilai dalam membangun pendidikan Islam moderat di era digital. Di tengah disrupsi informasi, polarisasi wacana keagamaan, serta maraknya disinformasi dan ekstremisme di ruang digital, penelitian ini menganalisis peran KBC dalam menjalankan fungsi framing, gatekeeping, dan konstruksi narasi Islam wasathiyah untuk membentuk karakter peserta didik yang moderat, toleran, dan inklusif. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi pustaka dengan analisis isi terhadap satu dokumen kebijakan resmi dan 22 literatur ilmiah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa KBC membingkai Islam sebagai agama rahmah, keadilan, dan kemanusiaan melalui peran guru sebagai gatekeeper nilai serta pemanfaatan ruang digital yang partisipatif, dialogis, dan humanis. Penelitian ini menawarkan model komunikasi pendidikan berbasis jurnalistik nilai yang mengintegrasikan seleksi pesan, pembingkaian narasi, dan distribusi etis untuk memperkuat literasi nilai, literasi media, serta membentuk generasi yang religius, kritis, adaptif, dan berorientasi pada kemaslahatan sosial.
Copyrights © 2026