Depi Lisnawati
Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

POLUSI DIGITAL KRISIS EPISTEMIK DAN TATA KELOLA KEBENARAN DALAM PERADABAN DIGITAL M. Yoserizal Saragih; Depi Lisnawati
Komunikologi: Jurnal Pengembangan Ilmu Komunikasi dan Sosial Vol 10, No 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/komunikologi.v10i1.29442

Abstract

Polusi digital yang dalam artikel ini didefinisikan sebagai kontaminasi sistematis terhadap informasi lingkungan masyarakat melalui disinformasi, informasi palsu yang diperkuat secara algoritmik, penetrasi epistemik yang direkayasa, serta konten yang merusak epistemik dan didorong secara struktural merupakan salah satu tantangan peradaban paling krusial di abad ke-21. Artikel ini mengusulkan kerangka konseptual yang disebut Kerangka Tata Kelola Kebenaran (Truth Governance Framework /TGF), yang mengintegrasikan kesiapan sipil (civic kesiapan), komunikasi jurnalistik profetik (berlandaskan nubuwwah), dan lembaga epistemik generasi berikutnya sebagai variabel yang saling bergantung dalam tata kelola ruang publik digital. Dengan mengacu pada epistemologi, teori komunikasi, filsafat ilmu pengetahuan, dan kajian dari Global Selatan termasuk kontribusi jurnalisme profetik asli dari M. Yoserizal Saragih (UIN Sumatera Utara, Indonesia) artikel ini berpendapat bahwa kontaminasi digital bukanlah kegagalan teknis semata, melainkan patologi struktural kapitalisme digital yang menuntut tata kelola epistemik terintegrasi, bukan moderasi konten yang reaktif atau parsial. Tiga proposisi teoritis teoritis dikemukakan: (1) polusi digital sebagai krisis ontologis yang secara kualitatif berbeda dari sekadar misinformasi atau disinformasi, (2) komunikasi trans-nubuwwah sebagai model profetik-epistemik untuk jurnalisme yang bertanggung jawab terhadap peradaban, dan (3) TGF sebagai arsitektur yang dapat diuji, relevan dengan kebijakan, dan dapat diterapkan secara global untuk perbaikan epistemik. Artikel ini diposisikan sebagai kontribusi dari wacana Global Selatan mengenai tata kelola epistemik dan sebagai teks dasar bagi bidang studi peradaban digital yang sedang berkembang.
Kurikulum Berbasis Cinta sebagai Praktik Jurnalistik Nilai dalam Pendidikan Islam di Era Digital M. Yoserizal Saragih; Depi Lisnawati
Jurnal Riset Jurnalistik dan Media Digital Volume 6, No. 1, Juli 2026 Jurnal Riset Jurnalistik dan Media Digital (JRJMD)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrjmd.v6i1.9684

Abstract

Abstract. This study examines the Love-Based Curriculum (KBC) as an innovation in Islamic education that functions not only as a pedagogical tool but also as a practice of communication and value journalism in promoting moderate Islamic education in the digital era. Amid information disruption, polarized religious discourse, and the spread of disinformation and extremism in digital spaces, this study analyzes the role of KBC in framing, gatekeeping, and constructing wasathiyah Islamic narratives to foster moderate, tolerant, and inclusive students. The research employs a descriptive qualitative approach through a literature review with content analysis of one official policy document and 22 relevant scholarly publications. The findings show that KBC frames Islam as a religion of mercy, justice, and humanity through teachers' roles as value gatekeepers and the use of participatory, dialogical, and humanistic digital spaces. The study proposes a conceptual model of KBC as a value-based educational communication system that integrates message selection, narrative framing, and ethical dissemination to strengthen value and media literacy while fostering a religious, critical, adaptive, and socially responsible generation. Abstrak. Penelitian ini mengkaji Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) sebagai inovasi pendidikan Islam yang tidak hanya berfungsi sebagai perangkat pedagogis, tetapi juga sebagai praktik komunikasi dan jurnalistik nilai dalam membangun pendidikan Islam moderat di era digital. Di tengah disrupsi informasi, polarisasi wacana keagamaan, serta maraknya disinformasi dan ekstremisme di ruang digital, penelitian ini menganalisis peran KBC dalam menjalankan fungsi framing, gatekeeping, dan konstruksi narasi Islam wasathiyah untuk membentuk karakter peserta didik yang moderat, toleran, dan inklusif. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi pustaka dengan analisis isi terhadap satu dokumen kebijakan resmi dan 22 literatur ilmiah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa KBC membingkai Islam sebagai agama rahmah, keadilan, dan kemanusiaan melalui peran guru sebagai gatekeeper nilai serta pemanfaatan ruang digital yang partisipatif, dialogis, dan humanis. Penelitian ini menawarkan model komunikasi pendidikan berbasis jurnalistik nilai yang mengintegrasikan seleksi pesan, pembingkaian narasi, dan distribusi etis untuk memperkuat literasi nilai, literasi media, serta membentuk generasi yang religius, kritis, adaptif, dan berorientasi pada kemaslahatan sosial.