Abstract. The rapid advancement of Artificial Intelligence (AI) has increasingly influenced various sectors, including journalism. AI plays a role in the news production process, from data processing to automated article writing. This study employs a quantitative correlational method to explore the relationship between AI usage in journalism and the perceived credibility of the resulting news content. The research is grounded in two primary theories: Media Credibility Theory, which examines dimensions such as trustworthiness, fairness, completeness, and straightforwardness, and Diffusion of Innovation Theory, which analyzes the adoption process of AI based on relative advantage, compatibility, complexity, and trialability. Data collection was conducted in two stages using questionnaires. Of the 45 journalists who participated in the first stage, only 41 completed the second stage, which served as the basis for the correlation analysis. The results of the Spearman correlation test indicate a strong relationship between the use of AI and news credibility, with a coefficient value of 0.820. While AI improves journalistic efficiency, human oversight remains essential to ensure accuracy, ethical standards, and contextual depth. This study contributes to discourse on media and communication and provides insights for journalists and media organizations in integrating AI into production processes. Abstrak. Kemajuan teknologi Artificial Intelligence (AI) semakin pesat dan mulai diterapkan dalam berbagai aspek, termasuk bidang jurnalistik. AI berperan dalam penyusunan berita, mulai dari pengolahan data hingga penulisan artikel secara otomatis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode studi korelasional untuk mengeksplorasi hubungan antara penggunaan AI dalam jurnalisme terhadap persepsi kredibilitas berita yang dihasilkan. Penelitian ini didasarkan pada dua teori utama, yaitu Teori Kredibilitas Media untuk mengukur dimensi kepercayaan, keadilan, kelengkapan, dan kejelasan dalam pemberitaan, serta Teori Difusi Inovasi untuk memahami proses adopsi teknologi AI berdasarkan keuntungan relatif, kesesuaian, kerumitan, dan kemudahan uji coba. Dari 45 responden yang mengisi tahap pertama, hanya 41 responden yang melanjutkan ke tahap kedua. Hasil analisis korelasi didasarkan pada data dari tahap kedua tersebut. Hasil uji korelasi Spearman menunjukkan adanya hubungan yang sangat kuat antara penggunaan AI dan kredibilitas pemberitaan, dengan nilai koefisien sebesar 0,820. Temuan ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi penggunaan AI, maka semakin tinggi pula persepsi terhadap kredibilitas berita yang dihasilkan. Walaupun AI terbukti meningkatkan efisiensi kerja jurnalistik, peran jurnalis tetap penting dalam menjaga konteks, akurasi, dan etika pemberitaan. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan komunikasi dan menjadi dasar bagi media untuk menerapkan AI dan bertanggung jawab dalam jurnalistik.
Copyrights © 2026