Arbaiyah Satriani
Prodi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Islam Bandung, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Penggunaan Artificial Intelligence dengan Kredibilitas Pemberitaan di Kalangan Jurnalis Tarissa Fauziyyah Razaqya; Arbaiyah Satriani
Jurnal Riset Jurnalistik dan Media Digital Volume 6, No. 1, Juli 2026 Jurnal Riset Jurnalistik dan Media Digital (JRJMD)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrjmd.v6i1.9986

Abstract

Abstract. The rapid advancement of Artificial Intelligence (AI) has increasingly influenced various sectors, including journalism. AI plays a role in the news production process, from data processing to automated article writing. This study employs a quantitative correlational method to explore the relationship between AI usage in journalism and the perceived credibility of the resulting news content. The research is grounded in two primary theories: Media Credibility Theory, which examines dimensions such as trustworthiness, fairness, completeness, and straightforwardness, and Diffusion of Innovation Theory, which analyzes the adoption process of AI based on relative advantage, compatibility, complexity, and trialability. Data collection was conducted in two stages using questionnaires. Of the 45 journalists who participated in the first stage, only 41 completed the second stage, which served as the basis for the correlation analysis. The results of the Spearman correlation test indicate a strong relationship between the use of AI and news credibility, with a coefficient value of 0.820. While AI improves journalistic efficiency, human oversight remains essential to ensure accuracy, ethical standards, and contextual depth. This study contributes to discourse on media and communication and provides insights for journalists and media organizations in integrating AI into production processes. Abstrak. Kemajuan teknologi Artificial Intelligence (AI) semakin pesat dan mulai diterapkan dalam berbagai aspek, termasuk bidang jurnalistik. AI berperan dalam penyusunan berita, mulai dari pengolahan data hingga penulisan artikel secara otomatis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode studi korelasional untuk mengeksplorasi hubungan antara penggunaan AI dalam jurnalisme terhadap persepsi kredibilitas berita yang dihasilkan. Penelitian ini didasarkan pada dua teori utama, yaitu Teori Kredibilitas Media untuk mengukur dimensi kepercayaan, keadilan, kelengkapan, dan kejelasan dalam pemberitaan, serta Teori Difusi Inovasi untuk memahami proses adopsi teknologi AI berdasarkan keuntungan relatif, kesesuaian, kerumitan, dan kemudahan uji coba. Dari 45 responden yang mengisi tahap pertama, hanya 41 responden yang melanjutkan ke tahap kedua. Hasil analisis korelasi didasarkan pada data dari tahap kedua tersebut. Hasil uji korelasi Spearman menunjukkan adanya hubungan yang sangat kuat antara penggunaan AI dan kredibilitas pemberitaan, dengan nilai koefisien sebesar 0,820. Temuan ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi penggunaan AI, maka semakin tinggi pula persepsi terhadap kredibilitas berita yang dihasilkan. Walaupun AI terbukti meningkatkan efisiensi kerja jurnalistik, peran jurnalis tetap penting dalam menjaga konteks, akurasi, dan etika pemberitaan. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan komunikasi dan menjadi dasar bagi media untuk menerapkan AI dan bertanggung jawab dalam jurnalistik.
Hubungan Konten Media Sosial Instagram dengan Minat Beli Konsumen Vinka Aryllia Fasha; Arbaiyah Satriani
Bandung Conference Series: Public Relations 517-526
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v6i2.26030

Abstract

Abstract. Instagram has become one of the most popular platforms currently utilized by young livestock entrepreneurs, such as the @peternakzilenial account, to introduce innovative home-based chicken farming businesses through creative and educational content. This account uses a soft-selling strategy through a practical, complete, and environmentally friendly economical chicken coop package to attract interest in farming. The results of this study show that there is a significant relationship between soft selling content and consumer purchasing interest at each stage, namely attention, interest, desire, and action. The theory used in this study is the AIDA Theory. This study uses a quantitative research method with a correlational approach. Respondents in this study were 100 followers of the @peternakzilenial Instagram account. The results of this study show that there is a significant relationship between soft selling content and consumer purchasing interest at each stage, namely attention, interest, desire, and action. This is shown by the indicator with the highest value in the attention aspect, where the visual appearance of @peternakzilenial's Instagram content is able to attract consumers' attention; in the interest aspect, the content is presented in an interesting and not boring manner; in the desire aspect, the content is able to encourage consumers' desire to try buying the products offered; and in the action aspect, respondents showed a willingness to spend money to buy @peternakzilenial products.   Abstrak. . Instagram menjadi salah satu platform paling populer yang kini dimanfaatkan oleh pelaku usaha peternakan muda seperti akun @peternakzilenial untuk memperkenalkan inovasi usaha ternak ayam rumahan melalui konten kreatif dan edukatif. Akun ini menggunakan strategi soft selling melalui paket kandang ayam ekonomis yang praktis, lengkap dan ramah lingkungan untuk menarik minat beternak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa kuat hubungan konten soft selling terhadap tingkat perhatian (attention), ketertarikan (interest), minat (desire), dan aksi (action) konsumen dengan minat beli.Teori yang digunakan pada penelitian ini adalah Teori AIDA. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Responden dalam penelitian ini adalah followers dari akun Instagram @peternakzilenial yang berjumlah 100 orang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara konten soft selling dan minat beli konsumen pada setiap tahap, yaitu perhatian, minat, keinginan, dan tindakan. Hal ini ditunjukkan oleh indikator dengan nilai tertinggi pada aspek perhatian, di mana tampilan visual konten Instagram @peternakzilenial mampu menarik perhatian konsumen; pada aspek minat, konten disajikan dengan cara yang menarik dan tidak membosankan; pada aspek keinginan, konten mampu mendorong keinginan konsumen untuk mencoba membeli produk yang ditawarkan; dan pada aspek tindakan, responden menunjukkan kemauan untuk mengeluarkan uang untuk membeli produk @peternakzilenial.