Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya keterampilan berpikir kritis siswa sekolah dasar, padahal kemampuan tersebut menjadi salah satu kompetensi penting dalam pembelajaran abad ke-21. Penelitian bertujuan menganalisis efektivitas model pembelajaran (RADEC) dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa kelas V pada mata pelajaran IPAS materi ekosistem dan jaring-jaring makanan di SD Muhammadiyah Banyuraden, Sleman. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi experiment melalui desain Nonequivalent Control Group Design. Sebanyak 43 siswa dilibatkan sebagai subjek penelitian yang terbagi ke dalam kelas eksperimen (21 siswa) dan kelas kontrol (22 siswa). Pengumpulan data dilakukan menggunakan tes keterampilan berpikir kritis yang diberikan sebelum dan sesudah pembelajaran. Data dianalisis menggunakan uji Independent Samples t-test serta perhitungan Normalized Gain (N-Gain). Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai rerata posttest kelas eksperimen mencapai 81,338, lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol yang memperoleh 77,36. Akan tetapi, hasil uji hipotesis menghasilkan nilai signifikansi 0,126 (p > 0,05) sehingga tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok. Analisis N-Gain menunjukkan peningkatan sebesar 52,59% pada kelas eksperimen (kurang efektif) dan 36,16% pada kelas kontrol (kategori tidak efektif). Temuan penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran RADEC mampu memberikan peningkatan keterampilan berpikir kritis yang lebih baik dibandingkan pembelajaran pada kelas kontrol, tetapi peningkatan tersebut belum berbeda secara signifikan.
Copyrights © 2026