Latar Belakang: Biji melinjo, yang kaya akan senyawa gnetisin atau gnetana, telah ditemukan dapat meningkatkan kesehatan dan pendapatan usaha kecil dan menengah di Indonesia. Ekstrak melinjo dapat mencegah diabetes dan obesitas. Kementerian Kesehatan telah mengeluarkan surat edaran tentang penggunaan obat tradisional untuk pemeliharaan kesehatan, pencegahan penyakit, dan pelayanan kesehatan, Surat Edaran Nomor HK 02.02/IV/2243/2020. Dengan mempromosikan melinjo sebagai pilihan makanan obat dan makanan sehat, masyarakat dapat mendiversifikasi sumber pendapatan mereka dan meningkatkan kesejahteraan secara keseluruhan. Pendekatan ganda ini membantu upaya kesehatan masyarakat dan memberikan lebih banyak kekuatan kepada bisnis lokal. Tujuan: Untuk menentukan formula tepung melinjo dalam proses produksi, di mana tepung melinjo dapat menggantikan tepung terigu, yang umumnya merupakan bahan utama dalam produksi biskuit. Metode: Penelitian yang dilakukan adalah penelitian eksperimental dengan tiga kali pengujian komposisi yang tepat dari sampel bubuk melinjo untuk biskuit dengan tiga variasi. Uji yang dilakukan meliputi uji proksimat, antioksidan, dan kandungan serat pangan. Hasil: menunjukkan perbedaan rasa, warna, dan tekstur di antara biskuit. Biji melinjo dikeringkan pada suhu antara 100 dan 150°C selama 30 hingga 45 menit. Simpulan: Pada uji proksimat, uji antioksidan, dan uji serat pangan, terdapat perbedaan signifikan pada rasa, warna, dan tekstur. Namun, ketiga varian tersebut masih bisa dinikmati sebagai biskuit. Inovasi biskuit melinjo mendukung kebijakan layanan kesehatan terkait pemanfaatan pangan lokal dan obat tradisional.
Copyrights © 2025