Penelitian ini bertujuan untuk menguji apakah terdapat hubungan antara dukungan teman sebaya dengan penyesuaian diri siswa berkebutuhan khusus di sekolah inklusif UPT SPF SMPN 49 Makassar. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Subjek penelitian berjumlah 15 siswa berkebutuhan khusus yang menjadi peserta didik di sekolah inklusif tersebut. Data dikumpulkan melalui instrumen angket untuk mengukur variabel dukungan teman sebaya (X) dan penyesuaian diri (Y), kemudian dianalisis menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment melalui program SPSS. Hasil analisis menunjukkan nilai koefisien korelasi r = 0,212 dengan nilai signifikansi p = 0,448 (p > 0,05), sehingga hipotesis nol diterima dan hipotesis alternatif ditolak. Artinya, tidak terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan teman sebaya dengan penyesuaian diri siswa berkebutuhan khusus di sekolah inklusif. Meskipun demikian, arah korelasi yang positif mengindikasikan kecenderungan bahwa semakin tinggi dukungan teman sebaya, semakin tinggi pula kemampuan penyesuaian diri siswa berkebutuhan khusus. Temuan ini memberikan implikasi bahwa penyesuaian diri siswa berkebutuhan khusus bersifat multidimensional dan tidak semata-mata ditentukan oleh dukungan teman sebaya, sehingga perlu mempertimbangkan faktor lain seperti dukungan guru, keterlibatan orang tua, dan kesiapan institusi sekolah dalam program pendidikan inklusif. Kata kunci: Dukungan Teman Sebaya; Penyesuaian Diri; Siswa Berkebutuhan Khusus
Copyrights © 2026