Pendidikan kebencanaan saat ini belum optimal dilaksanakan di jenjang persekolahan disebabkan oleh adanya keterbatasan kajian bencana yang dilakukan peserta didik, koordinasi antarinstansi yang rendah, hingga keterbatasan sarana dan prasarana manajemen bencana di sekolah. Program Kokurikuler PISA di SMA Progresif Bumi Shalawat menghasilkan keluaran berupa artikel penelitian dan produk prototipe dari pemikiran kritis terkait masalah krisis iklim yang menyebabkan bencana melalui pendekatan interdisipliner. Tujuan penelitian ini yakni untuk mengetahui program kokurikuler PISA dalam mengembangkan pengetahuan terkait bencana dan krisis iklim. Metode penelitian ini menggunakan kualitatif deskriptif pada lima kelompok yang berbeda di jenjang kelas 10 reguler, 10 kelas internasional, 11 kelas reguler, dan 11 kelas internasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap kelompok melakukan pemecahan masalah terkait dengan krisis iklim yang dapat menyebabkan intensitas bencana alam meningkat. Pemecahan masalah dihasilkan dari pembuatan produk prototipe yang disesuaikan dengan penelitian yang diajukannya terkait krisis iklim. Adapun produk yang dihasilkan yakni filter air hujan untuk mencegah cemaran mikroplastik, mikroalga buatan, teknologi penghasil air alternatif dari evaporator, EWS banjir, dan irigasi otomatis AWD. Disimpulkan bahwa program kokurikuler PISA dapat mengembangkan pengetahuan terkait kebencanaan dan krisis iklim di persekolahan. Tetapi secara praktis nyata dapat dilakukan melalui simulasi bencana.
Copyrights © 2026