Muhammad Robith Farkhan
Universitas Pendidikan Indonesia

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Dari Keberagaman Entitas Menjadi Ketimpangan Multisektor di Indonesia Muhammad Robith Farkhan; Enok Maryani
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 12 No 3 (2023)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jish.v12i3.69580

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan dari potensi pluralitas entitas menjadi permasalahan ketimpangan multisektor di Indonesia melalui kajian literatur. Indonesia memiliki keanekaragam entitas dari sumberdaya alam hingga sumberdaya manusia yang meliputi pendidikan, ekonomi, sosial, politik, hingga budaya. Keragaman entitas tersebut menjadi sebuah potensi yang menguntungkan Indonesia sebagai kelebihan di negara di Asia Tenggara bahkan di dunia yang memiliki keragaman entitas, bahkan Indonesia disebut sebagai “titik pusat dunia”. Potensi tersebut juga dapat menjadi sebuah permasalahan yang memecahbelah persatuan dan kesatuan Indonesia yang telah dibangun sejak masa pendudukan pada puluhan hingga belasan dekade yang lalu. Penelitian ini menggunakan literature review pada sejumlah beberapa artikel ilmiah terakreditasi yang sesuai dengan penelitian meliputi ketimpangan sosial, ketimpangan ekonomi, ketimpangan budaya, ketimpangan pendidikan, dan ketimpangan politik. Hasil integrasi literatur tersebut akan membentuk sebuah rangkaian kajian ketimpangan multisektor di Indonesia sebagai dampak dari malfungsi koordinasi adanya keanekaragaman pada setiap entitas.
Program Kokurikuler PISA dalam Mengembangkan Pengetahuan tentang Bencana dan Krisis Iklim Muhammad Robith Farkhan; Farhan Fikri Syafi’i; Aulia Rochmah
Jagratara: Journal of Disaster Research Vol. 4 No. 1 (2026): Juni
Publisher : Universitas Budi Luhur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36080/jjdr.v4i1.402

Abstract

Pendidikan kebencanaan saat ini belum optimal dilaksanakan di jenjang persekolahan disebabkan oleh adanya keterbatasan kajian bencana yang dilakukan peserta didik, koordinasi antarinstansi yang rendah, hingga keterbatasan sarana dan prasarana manajemen bencana di sekolah. Program Kokurikuler PISA di SMA Progresif Bumi Shalawat menghasilkan keluaran berupa artikel penelitian dan produk prototipe dari pemikiran kritis terkait masalah krisis iklim yang menyebabkan bencana melalui pendekatan interdisipliner. Tujuan penelitian ini yakni untuk mengetahui program kokurikuler PISA dalam mengembangkan pengetahuan terkait bencana dan krisis iklim. Metode penelitian ini menggunakan kualitatif deskriptif pada lima kelompok yang berbeda di jenjang kelas 10 reguler, 10 kelas internasional, 11 kelas reguler, dan 11 kelas internasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap kelompok melakukan pemecahan masalah terkait dengan krisis iklim yang dapat menyebabkan intensitas bencana alam meningkat. Pemecahan masalah dihasilkan dari pembuatan produk prototipe yang disesuaikan dengan penelitian yang diajukannya terkait krisis iklim. Adapun produk yang dihasilkan yakni filter air hujan untuk mencegah cemaran mikroplastik, mikroalga buatan, teknologi penghasil air alternatif dari evaporator, EWS banjir, dan irigasi otomatis AWD. Disimpulkan bahwa program kokurikuler PISA dapat mengembangkan pengetahuan terkait kebencanaan dan krisis iklim di persekolahan. Tetapi secara praktis nyata dapat dilakukan melalui simulasi bencana.
Perancangan Konsep Pengembangan Buku Ajar Geografi Bermuatan Masalah Ketimpangan Ruang pada Jenjang SMA Muhammad Robith Farkhan
Jurnal Pendidikan Geografi Undiksha Vol. 14 No. 2 (2026): Jurnal Pendidikan Geografi Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpg.v14i2.105290

Abstract

The trend in high school geography textbook research is focused on analyzing textbooks based on content, language, presentation, and design standards. Existing research has found heterogeneity in the assessment results of geography textbooks from the 2013 Curriculum to the Independent Curriculum, necessitating a generalization in one article to examine geography textbooks over the past 10 years. The purpose of this study was to analyze high school geography textbooks for the period 2016-2026. The results indicate that, in general, the quality of geography textbooks has shown a good grade, as indicated by the results of content analysis with a range of 60-90%, good language analysis with a range of 30-80%, presentation analysis with a range of 40-75%, and design analysis with a good category in the range of 35-80%. High school geography textbooks have encouraged the development of 21st-century competencies in students. However, several notes were found that certain sections need improvement, such as spiritual content and content depth. Thus, high school geography textbooks can be used by educators and students in learning.
Geography Learning: How to Know the Students Spatial Thinking Ability? Muhammad Robith Farkhan; Hafiziani Eka Putri; Maxwell Amponsah
Heritage Vol. 5 No. 1 (2024): Heritage: Journal Of Social Studies
Publisher : Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/hrtg.v5i1.133

Abstract

This research aims to develop an instrument for students' spatial thinking abilities in geography learning. This research uses the ADDIE Research and Development model method. The research subjects were 24 students of class XII IPS 2 at SMA Negeri 1 Kandanghaur, Indonesia. The instrument used is a multiples choice test consisting of six closed questions related to material on rural and urban spatial interactions in geography learning. The indicators developed in preparing the questions are related to spatial thinking skills, namely village and city spatial patterns linked to local regional space, case studies in one's own region, and forms of implementation of spatial interactions. The various questions are prepared first and then expert judgment is carried out. The next step is to test validity, reliability, difficulty index and distinguishing power index. Validity test analysis shows that the six items in the instrument are valid and the reliability of the test instrument is categorized as sufficient. Meanwhile, the level of difficulty is categorized as easy and medium, and the ability to differentiate the questions is included in the good criteria. Thus, the six question items developed can be applied as instruments to measure spatial thinking abilities.