Permasalahan sosial-emosional remaja, seperti kesulitan mengelola emosi dan kecenderungan memendam perasaan, dapat memengaruhi kesejahteraan psikologis dan kualitas hubungan interpersonal siswa. Survei awal terhadap siswa SMK Islam Faradisa menunjukkan bahwa 58% siswa memilih diam dan 50% sangat sering memendam masalah saat menghadapi konflik keluarga maupun teman sebaya. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kesadaran emosional, kemampuan regulasi emosi, dan keterampilan komunikasi siswa melalui pendekatan mindful communication. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Learning System (PALS) yang dilaksanakan melalui lima tahapan: emotional awareness, emotion regulation, mindful communication training, simulasi konflik, serta refleksi dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman siswa mengenai kesadaran emosi, pengelolaan emosi, dan komunikasi yang lebih sehat dalam menghadapi konflik. Program ini membuktikan bahwa mindful communication efektif digunakan sebagai strategi detoksifikasi emosi untuk memperkuat kecerdasan emosional, keterampilan komunikasi interpersonal, dan kemampuan manajemen konflik pada remaja.
Copyrights © 2026