Tingginya angka pengangguran lulusan perguruan tinggi menuntut reorientasi peran institusi pendidikan dari pencetak pencari kerja menjadi inkubator wirausaha. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran pendidikan kewirausahaan dan lingkungan akademik dalam membentuk minat barwirausaha mahasiswa melalui metode Narrative Literature review (NLR) terhadap enam belas literatur kunci (2022-2026). Hasil analisis menunjukkan bahwa pembentukan intensi kewiraushaan merupakan hasil sinergi multidimensional antara inovasi pedagogis, ekosistem kampus yang suportif, dan penguasaan literasi digital finansial. Strategi instruksional seperti peer tutoring, pengembangan micro-content, dan penggunaan Business Model Canvas (BMC) terbukti efektif meningkatkan motivasi serta ketuntasan belajar hinggal 100%. Lebih lanjut, dukungan infrastruktur digital seperti e-learning yang terintegrasi dengan pendidikan karakter era Society 5.0 dangat krusial dalam membangun kemandirian mahasiswa. Penguasaan Financial Technology (Fintech) dan e-commerce juga diidentifikasi sebagai life skill esensial bagi resiliensi bisnis mahasiswa di era digital. Simpulan penelitian menegaskan bahwa lingkungan perguruan tinggi berperan sebagai mikrosistem yang tidak hanya memberikan keahlian teknis, tetapi juga membentuk keberanian mental. Meskipun demikian, penelitian ini masih terbatas pada tinjauan literatur faktor internal kampus. Peneliti selanjutnya disarankan melakukan studi empiris mengenai pengaruh lingkungan pergaulan (peer group) dan dukungan kebijakan ekternal terhadap keberlanjutan bisnis mahasiswa secara lebih mendalam.
Copyrights © 2026