Pengembangan wisata kota menjadi salah satu strategi penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, namun masih menghadapi berbagai kendala dalam aspek pengelolaan dan perumusan strategi. Kota Mojokerto memiliki potensi wisata yang beragam, tetapi belum sepenuhnya didukung oleh pengelolaan yang terstruktur dan berbasis analisis. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pengelola objek wisata dalam mengidentifikasi potensi dan permasalahan, serta menyusun strategi pengembangan wisata kota berbasis analisis SWOT. Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan pendampingan partisipatif yang terdiri atas tiga tahapan utama, yaitu identifikasi potensi dan permasalahan wisata, pendampingan analisis SWOT dalam penyusunan strategi pengembangan, serta penguatan promosi wisata berbasis digital. Kegiatan melibatkan 24 pengelola objek wisata yang tersebar di beberapa kecamatan di Kota Mojokerto sebagai mitra sasaran. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa mitra mampu mengidentifikasi potensi wisata yang dimiliki serta memahami permasalahan utama yang dihadapi dalam pengelolaan destinasi. Analisis SWOT yang dilakukan menghasilkan strategi pengembangan wisata yang meliputi penguatan identitas destinasi, peningkatan kualitas fasilitas, serta optimalisasi promosi digital. Mitra juga menunjukkan peningkatan pemahaman terhadap pentingnya pemanfaatan media digital dalam meningkatkan daya tarik wisata. Manfaat kegiatan ini terlihat dari meningkatnya kemampuan mitra dalam menyusun strategi pengembangan wisata yang lebih terarah dan berbasis kondisi lokal. Kegiatan ini menghasilkan pendekatan pendampingan berbasis analisis SWOT yang efektif dalam meningkatkan kapasitas pengelola wisata serta menghasilkan strategi pengembangan yang aplikatif. Keterlibatan aktif mitra dalam setiap tahapan kegiatan menjadi faktor penting dalam menghasilkan rekomendasi yang sesuai dengan kebutuhan lapangan.
Copyrights © 2026