UMKM pedesaan masih menghadapi keterbatasan dalam pengelolaan sumber daya manusia akibat rendahnya literasi digital dan sistem kerja yang bersifat informal. Kondisi tersebut juga dialami oleh UMKM Kerupuk Jangek di Desa Mulyasari, yang menunjukkan belum adanya pembagian tugas tertulis, dokumentasi kerja, dan evaluasi kinerja. Penelitian ini bertujuan menganalisis proses dan dampak penerapan Digital Talent Management melalui kegiatan sosialisasi, pelatihan, dan pendampingan terhadap peningkatan kapasitas pengelolaan usaha. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif dengan desain deskriptif kualitatif, melibatkan pemilik dan tenaga kerja UMKM sebagai subjek utama kegiatan selama periode Oktober–November 2025. Tahapan kegiatan meliputi pemetaan kondisi awal, sosialisasi konsep manajemen SDM berbasis digital, pelatihan penyusunan pembagian tugas dan dokumentasi kerja, serta pendampingan implementasi secara berkelanjutan. Hasil kegiatan menunjukkan perubahan nyata pada pola kerja mitra, ditandai dengan meningkatnya kejelasan peran tenaga kerja, terbentuknya kebiasaan pencatatan aktivitas produksi, serta koordinasi kerja yang lebih teratur. Pelaku UMKM juga menunjukkan kesiapan yang lebih baik dalam memanfaatkan media digital sederhana sebagai alat bantu pengelolaan usaha. Penerapan Digital Talent Management terbukti mendukung efisiensi operasional dan penguatan keberlanjutan UMKM desa melalui pengelolaan SDM yang lebih terstruktur dan adaptif. Â
Copyrights © 2026