Penelitian ini membahas runtuhnya narasi besar tentang rumah dan pulang dalam antologi puisi Kadang Rumah Tak Memberimu Pulang karya Theoresia Rumthe dengan menggunakan postmodernisme Jean-François Lyotard. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui pembacaan mendalam dan pencatatan larik serta bait puisi yang berkaitan dengan tema rumah, pulang, trauma, dan relasi keluarga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa puisi-puisi dalam antologi ini menghadirkan gambaran rumah yang tidak selalu identik dengan kehangatan, keamanan, dan keharmonisan. Rumah justru ditampilkan sebagai ruang yang menyimpan luka, rahasia, ketakutan, rutinitas yang melelahkan, serta pengalaman penyesalan dalam relasi keluarga. Selain itu, makna pulang juga tidak selalu menghadirkan kebahagiaan, melainkan sering kali disertai jarak emosional dan konflik batin. Temuan ini menunjukkan bahwa pengalaman tentang rumah dan pulang bersifat plural dan fragmentaris, sehingga meruntuhkan narasi besar yang selama ini memandang rumah sebagai simbol kebahagiaan yang tunggal dan universal.
Copyrights © 2026