Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pencarian makna hidup tokoh utama dalam drama tarling Putus Asa karya H. Dariyah dan Yoyo S. berdasarkan perspektif logoterapi Viktor E. Frankl. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan psikologi humanistik. Data penelitian berupa dialog, tindakan tokoh, dan peristiwa dramatik yang menunjukkan pengalaman penderitaan dan pencarian makna hidup tokoh utama. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tokoh Nani mengalami kehampaan eksistensial akibat berbagai penolakan dan penderitaan yang dialaminya. Penderitaan tersebut menjadi awal pencarian makna hidup dan memunculkan will to meaning yang ditunjukkan melalui keinginannya mempertahankan keberadaan anak yang dikandungnya. Makna hidup kemudian ditemukan melalui nilai penghayatan dan nilai sikap berupa kasih sayang, kepedulian, serta penerimaan terhadap penderitaan. Penelitian ini menunjukkan bahwa manusia tetap memiliki kemungkinan menemukan makna hidup meskipun berada dalam situasi penderitaan
Copyrights © 2026