Nazilatur Rizkiyah
Universitas Darul Ma'arif

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Representasi Nilai Sosial dan Budaya Masyarakat Pesisir dalam Cerpen Sore Ketika Angin Laut Utara Memanggil Nazilatur Rizkiyah; Ummi Suryaningsih; Ade Fikri Fauzi; Ditanis Mulia Mawar Febrianti; Rusli Rusli
Jurnal Membaca (Bahasa dan Sastra Indonesia) Vol 11, No 1 (2026): Jurnal Membaca (Bahasa dan Sastra Indonesia)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/jmbsi.v11i1.37819

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap representasi nilai-nilai sosial dan budaya masyarakat pesisir dalam cerpen “Sore Ketika Angin Laut Utara Memanggil” karya Annisa Moezha melalui pendekatan sosiologi sastra. Fokus utama penelitian ini adalah menjawab pertanyaan: bagaimana interaksi antartokoh, konflik, dan latar cerita merefleksikan struktur sosial masyarakat pesisir, serta bagaimana modernisasi memengaruhi tradisi, hubungan antargenerasi, dan solidaritas komunitas. Cerpen ini menggambarkan kehidupan masyarakat pesisir yang sangat bergantung pada laut, namun dihadapkan pada tekanan modernisasi yang memicu migrasi generasi muda, keterasingan, serta melemahnya solidaritas komunal. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan analisis teks, yaitu mengkaji interaksi tokoh, konflik, dan latar sosial budaya untuk mengidentifikasi representasi struktur sosial dan nilai-nilai budaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai sosial seperti solidaritas, keteguhan, dan religiositas direpresentasikan melalui interaksi tokoh dan konflik yang muncul, sementara modernisasi menimbulkan ketegangan antara tradisi dan perubahan. Cerpen ini tidak hanya menyajikan realitas kehidupan masyarakat pesisir, tetapi juga mengkritik dampak modernisasi terhadap budaya dan hubungan antargenerasi. Penelitian ini menawarkan perspektif baru dalam memahami dinamika sosial dan budaya masyarakat pesisir melalui sudut pandang sosiologi sastra.
Pencarian Makna Hidup Dan Eksistensi Tokoh Utama dalam Drama Tarling "Putus Asa" Perspektif logoterapi viktor E. Frankl Nazilatur Rizkiyah; Nayla Nurbani Hawa; Nadillah
Asas: Jurnal Sastra Vol. 15 No. 2 (2026): Asas: Jurnal Sastra
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/6aef0v42

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pencarian makna hidup tokoh utama dalam drama tarling Putus Asa karya H. Dariyah dan Yoyo S. berdasarkan perspektif logoterapi Viktor E. Frankl. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan psikologi humanistik. Data penelitian berupa dialog, tindakan tokoh, dan peristiwa dramatik yang menunjukkan pengalaman penderitaan dan pencarian makna hidup tokoh utama. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tokoh Nani mengalami kehampaan eksistensial akibat berbagai penolakan dan penderitaan yang dialaminya. Penderitaan tersebut menjadi awal pencarian makna hidup dan memunculkan will to meaning yang ditunjukkan melalui keinginannya mempertahankan keberadaan anak yang dikandungnya. Makna hidup kemudian ditemukan melalui nilai penghayatan dan nilai sikap berupa kasih sayang, kepedulian, serta penerimaan terhadap penderitaan. Penelitian ini menunjukkan bahwa manusia tetap memiliki kemungkinan menemukan makna hidup meskipun berada dalam situasi penderitaan