Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan sari wortel dalam pengencer Mulberry III (MIII)–kuning telur (KT) terhadap kualitas semen cair babi Landrace. Penelitian menggunakan semen segar dari babi jantan yang telah mencapai dewasa kelamin dengan umur 2,5–3 tahun dan dalam kondisi sehat. Metode penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima perlakuan dan empat ulangan. Perlakuan terdiri atas P0 (MIII–kuning telur), P1 (MIII–kuning telur + 0,5% sari wortel), P2 (MIII–kuning telur + 1% sari wortel), P3 (MIII–kuning telur + 1,5% sari wortel), dan P4 (MIII–kuning telur + 2% sari wortel). Semen yang telah diencerkan sesuai perlakuan disimpan dalam wadah styrofoam pada suhu 18–20°C. Evaluasi kualitas semen dilakukan setelah pengenceran dan setiap 8 jam selama penyimpanan hingga motilitas mencapai batas minimal 40%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hingga penyimpanan 16 jam, motilitas dan viabilitas spermatozoa pada seluruh perlakuan tidak berbeda nyata (P>0,05). Namun demikian, pada penyimpanan 32 jam, perlakuan P3 menunjukkan nilai motilitas dan viabilitas tertinggi, yaitu masing-masing sebesar 46,25% dan 53,01%, yang berbeda nyata dibandingkan P0 (P<0,05), tetapi tidak berbeda nyata dengan P4 (P>0,05). Abnormalitas spermatozoa tidak menunjukkan perbedaan nyata antar perlakuan (P>0,05). Daya tahan hidup spermatozoa terbaik diperoleh pada perlakuan P3, yaitu 35,55 jam, yang berbeda nyata dibandingkan P0, P1, dan P2 (P<0,05), namun tidak berbeda nyata dengan P4 (P>0,05). Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa penambahan sari wortel sebesar 1,5% ke dalam pengencer MIII–kuning telur mampu mempertahankan kualitas semen cair babi Landrace selama penyimpanan. Kata kunci: sari wortel, mulberry III, kuning telur, spermatozoa babi Landrace
Copyrights © 2026