Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan level ekstrak semanggi air (ESA) dalam pengencer Tris-kuning telur (T-KT) terhadap kualitas spermatozoa beku babi peranakan Landrace. Semen diperoleh dari pejantan Landrace sebanyak 4 ekor yang berumur ± 2–3 tahun, dikoleksi menggunakan metode glove hand. Semen segar yang memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI) diencerkan dalam pengencer T-KT dan disimpan selama 2 jam pada suhu 25–26 °C. Selanjutnya semen disentrifugasi dengan kecepatan 3000 rpm selama 15 menit, supernatannya dibuang sedangkan endapan spermatozoa di encerkan kembali dengan pengencer T-KT dengan perbandingan 1:1 dihomogenkan dan dibagikan ke tabung berisi pengencer perlakuan yakni P0:T-KT, P1: T-KT + 0,75% ESA, P2: T-KT + 1,5% ESA, P3: T-KT + 2,5% ESA, P4: T-KT + 3% ESA. Masing-masing perlakuan ditambahkan gliserol 6%. Semen dikemas ke dalam straw berukuran 0,5 mL dan disusun ke dalam rak pembekuan untuk diekuilibrasi selama 2 jam pada suhu 3–5 °C. Setelah diekuilibrasi dan dievaluasi kembali, semen hasil evaluasi memenuhi standar, maka straw dibekukan di atas uap nitrogen cair pada jarak 10 cm selama 10 menit dan disimpan ke dalam nitrogen cair. Evaluasi semen beku yang dicairkan kembali pada suhu 37°C selama 30 detik, dan variabel yang diuji adalah motilitas, viabilitas, abnormalitas dan recovery rate spermatozoa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penambahan ESA ke dalam T-KT memberikan efek yang protektif terhadap kualitas spermatozoa babi peranakan Landrace (P>0,05) dengan nilai motilitas 33,29%, viabilitas 64,93%, abnormalitas 9,58% dan recovery rate 55,02%. Disimpulkan bahwa penambahan ESA 0,75% hingga 3,0% ke dalam pengencer T-KT memengaruhi kualitas spermatozoa beku babi peranakan Landrace. Kata kunci: babi peranakan Landrace, ekstrak semanggi air, spermatozoa, tris-kuning telur
Copyrights © 2026