Abstrak. Pesantren memainkan peran strategis dalam sistem pendidikan nasional; namun, keberlanjutannya sangat bergantung pada kepercayaan publik dan reputasi institusional. Studi ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana manajemen komunikasi hubungan masyarakat (PR) dapat dioptimalkan untuk memulihkan kepercayaan publik pada Pondok Pesantren Minhaj Shahabah setelah krisis. Studi ini didasarkan pada teori manajemen komunikasi dan model hubungan masyarakat. Pendekatan studi kasus kualitatif digunakan, dengan data yang dikumpulkan melalui wawancara mendalam. Informan kunci dalam penelitian ini meliputi Ketua Yayasan dan Direktur SDM, Marketing & Humas. Temuan menunjukkan bahwa kegagalan komunikasi seperti respons yang tertunda, kurangnya transparansi, dan keterlibatan pemangku kepentingan yang terbatas berkontribusi pada munculnya krisis kepercayaan. Namun, implementasi strategi komunikasi terstruktur, termasuk pengembangan prosedur operasi standar, platform komunikasi digital untuk orang tua, dan program keterlibatan dua arah, secara bertahap telah meningkatkan hubungan pemangku kepentingan dan citra institusi. Studi ini menekankan bahwa manajemen komunikasi yang efektif, yang didukung oleh adaptasi digital dan pendekatan berbasis nilai, sangat penting untuk membangun kembali kepercayaan publik dan memastikan keberlanjutan lembaga pendidikan Islam dalam lanskap komunikasi kontemporer. Abstract. Islamic boarding schools (pesantren) play a strategic role in the national education system. However, their sustainability is highly dependent on public trust and institutional reputation. This study aims to analyze how public relations (PR) communication management can be optimized to restore public trust in Pondok Pesantren Minhaj Shahabah following a crisis. The study is grounded in communication management theory and public relations models. A qualitative case study approach was employed, with data collected through in-depth interviews. Key informants in this study include the Chairperson of the Foundation and the Director of HR, Marketing & Public Relations. The findings indicate that communication failures, such as delayed responses, lack of transparency, and limited stakeholder engagement contributed to the emergence of a trust crisis. However, the implementation of structured communication strategies, including the development of standard operating procedures, digital communication platforms for parents, and two-way engagement programs, has gradually improved stakeholder relationships and institutional image. This study emphasizes that effective communication management, supported by digital adaptation and value-based approaches, is essential for rebuilding public trust and ensuring the sustainability of Islamic educational institutions in the contemporary communication landscape.
Copyrights © 2026