Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

KOALISI DOMINAN HUMAS DPR-RI SEBAGAI BOUNDARY SPANNER DALAM MEWUJUDKAN GOOD GOVERNANCE MELALUI INFORMASI PUBLIK Kurniawan Prasetyo
MediaKom : Jurnal Ilmiah Komunikasi Vol 6, No 2 (2016): Mediakom Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Abstract: This study aims to determine the role of public relations of DPR RI in the dominant coalition asboundary spanner for achieving good governance through public information. As the cornerstone of this study,researcher used the concept of the dominant coalition by James E. Grunig. The ability of a public relations thatcan be accepted by the dominant coalition in an organization cannot be separated from the role and function isas a strategic decision maker, boundary spanner, and strategic management. This study uses a constructivistparadigm with the case study method. The data collection is done by in-depth interviews. Based on the results ofresearch and data analysis, it could be concluded that the Public Relations of DPR RI does not belong to thedominant coalition of organizations and do not represent the concepts used in this study. The role and functionof PR as boundary spanner in the dominant coalition lies on The News Parliament Bureau. In order to realizegood governance through public information, the dominant coalition public relations lie on The NewsParliament Bureau with integration between public relations and other work units within the scope of internalBureau. Public Relations in DPR RI only a labeling, but the real public relations functions carried by The NewsParliament Bureau.Keywords: dominant coalition, public relations, governance
Pemetaan Konten Promosi Digital Bisnis Kuliner kika’s Catering di Media Sosial Yuni Tresnawati; Kurniawan Prasetyo
PRofesi Humas Vol 3, No 1 (2018): PRofesi Humas Accredited by Kemenristekdikti RI SK No. 10/E/KPT/2019
Publisher : LP3 Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1235.744 KB) | DOI: 10.24198/prh.v3i1.15333

Abstract

Kegiatan promosi adalah salah satu hal terpenting dalam menjalankan sebuah bisnis untuk memasarkan produk/jasa. Sejalan dengan berkembangnya teknologi yang ada saat ini, strategi dalam melakukan pemasaran pun juga mulai berubah ke arah yang lebih modern, yaitu dengan teknologi internet, atau yang kemudian dikenal dengan istilah digital marketing. Beragam jenis media sosial dan karakteristiknya dapat menjadi alternatif untuk melakukan promosi digital bisnis kuliner. Banyaknya kemudahan dan fungsi dalam penggunaan media digital, telah mendorong banyak pengusaha dalam bidang usaha kuliner untuk ikut serta dalam memanfaatkan fasilitas media digital sebagai sarana promosi produk-produknya. Salah satunya adalah dengan menggunakan media sosial sebagai media promosi.Media sosial yang sering digunakan adalahFacebook dan Instagram, berdasarkan survei emarketer yaitu sebesar 87,5% untuk facebook dan 69,2% untuk Instagram, tentang tren penggunaan media sosial. Fakta inilah yang juga disadari oleh Kika’s Catering, salah satu bisnis kuliner yang menggunakan media sosial untuk kegiatan promosinya. Namun beragam jenis media sosial yang ada tentu memiliki sifat, karakteristik, ciri khas, konten, bahkan tujuan yang berbeda pula. Menggunakan media sosial yang tidak tepat dapat menyebabkan kegiatan promosi menjadi tidak efektif. Konten promosi menjadi hal penting dalam menggunakan media sosial yang digunakan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis pemetaan konten promosi digital bisnis kuliner di Facebook dan Instagram.Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa beberapa hal yang harus menjadi perhatian dalam melakukan kegiatan promosi digital adalah mendefinisikan target konsumen, dan penggunaan konten promosi. Konten yang tepat digunakan pada Instagram adalah visual/image dan hashtag.Sedangkan untuk Facebook adalah photo album, teks, dan fanpage.
New Media: Instagram @sumbar_rancak as a Means of Promoting Tourism in West Sumatra Engga Probi Endri; Kurniawan Prasetyo
AL MUNIR : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Volume 12 Nomor 01 Tahun 2021
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/amj-kpi.v12i01.2891

Abstract

The development of social media today has a big impact, one of which has an impact in the field of promotion. Industry players including influencers and content creators use Instagram social media as a means of promotion, one of which is Instagram @sumbar_rancak social media as a means of promoting tourism in Sumatera Barat. Based on the above background, the focus of the problem in this study is how to use social media instagram @sumbar_rancak as a means of tourism promotion in Sumatera Barat. The purpose of this study was to determine the use of social media Instagram @sumbar_rancak as a means of promoting tourism in Sumatera Barat. This study uses the concept of new media-based tourism promotion, namely social media Instagram. This research will use a qualitative approach using the case study method. From the research results, the use of Instagram @sumbar_rancak social media as a means of tourism promotion in Sumatera Barat is to use several Instagram features such as; photo title or caption, hashtags, comments, mentions. And based on the results of observations and interviews with Instagram informants, @sumbar_rancak is very effective in promoting tourism in West Sumatra. This is evidenced by the statements of visitors through the captions they upload on privately owned social media.
PENGARUH GAYA KOMUNIKASI PRESENTER TALKSHOW “RUMPI NO SECRET” DI TRANS TV TERHADAP AUDIENCE SATISFACTION Kurniawan Prasetyo
Jurnal Visi Komunikasi Vol 18, No 1 (2019): Mei 2019
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (893.807 KB) | DOI: 10.22441/visikom.v18i1.6521

Abstract

Television stations every day present various types of programs whose types are very diverse. One of them is a talk show program. One of the talk show programs. the mainstay of Trans TV is "Rumpi No Secret" which is packaged in a conversation. The talk show "Rumpi No Secret" was hosted by Feni Rose who has a very unique appeal that is able to attract the attention of loyal viewers. The purpose of this research is to find out whether there is an influence from the style of presenter Feni Rose when guiding the talk show "Rumpi No Secret" that aired on Trans Tv to the satisfaction of watching housewives in Kampung Baru RW residents. 10 Kembangan Utara, West Jakarta. This study uses survey research methods in which this method is a study that takes the main sample from a population of data using a questionnaire statement or questionnaire as a primary data collection tool. Data were analyzed by a causal explanative method with a quantitative approach. The theoretical basis used is the uses and gratification theory owned by Blumer and Katz.
Pemaknaan Apropriasi Budaya Pada Video Make A Wish Eka Perwitasari Fauzi; Kurniawan Prasetyo
Jurnal Komunikasi Global Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jkg.v12i1.28489

Abstract

Di era digital, konten bermuatan budaya asing bisa ditemukan dengan mudah dalam bentuk unggahan teks media seperti film dan musik di saluran media baru. Penelitian ini dilakukan untuk mengungkap pemaknaan audiens mengenai apropriasi budaya terhadap teks media berupa video klip musik dari Grup Idol NCT U yang berasal dari Korea Selatan. Penelitian ini mencoba menggali mengenai pemaknaan apropriasi budaya dari sudut pandang penggemar budaya pop Korea. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis resepsi dan teknik pengumpulan data melalui focus grup discussion (FGD) dengan 11 partisipan. Hasil penelitian dibagi menjadi empat kategorisasi bentuk apropriasi budaya yaitu cultural exchange (pertukaran budaya), cultural domination (dominasi budaya), cultural exploitation (eksploitasi budaya), dan transculturation (transkulturasi). Hasil penelitian menyatakan bahwa para informan memaknai apropriasi budaya sebagai dominasi budaya dan trankulturasi dalam teks media berupa video musik yang dibawakan oleh grup idol Korea NCT U. Temuan lain adalah peminjaman budaya tidak terhindarkan ketika dua budaya bertemu sehingga menyebabkan lahirnya sebuah budaya hibrida sebagai komoditas industri budaya. Karena masyarakat Indonesia yang merupakan masyarakat majemuk sudah terbiasa dengan peminjaman budaya, pemaknaan mengenai apropriasi budaya dianggap memiliki nilai positif.In the digital era, the accessibility of foreign cultural content has greatly increased through the availability of media texts such as films and music on new media channels. This research aims to investigate how audiences perceive the cultural appropriation of media texts, specifically focusing on the music video clips of the South Korean Idol Group NCT U. The study seeks to explore the perspectives of fans of Korean pop culture in understanding the concept of cultural appropriation. Employing a qualitative approach, the research utilizes reception analysis methods and data collection techniques, including focus group discussions (FGD) with eleven participants. The findings of the study identify four categories of cultural appropriation: cultural exchange, cultural domination, cultural exploitation, and transculturation. The research reveals that the participants interpreted cultural appropriation as cultural domination and transculturation within the context of music videos by NCT U. Additionally, the study highlights the inevitability of cultural borrowing when different cultures interact, leading to the emergence of a hybrid culture as a commodity within the cultural industry. Given the pluralistic nature of Indonesian society, the borrowing of culture is viewed positively, suggesting a favorable perception of cultural appropriation.
Strategi Komunikasi Pemasaran Produk Kopi Kawa Daun Tanah Datar dalam Membangun Brand Awareness Engga Probi Endri; Kurniawan Prasetyo
Jurnal Audiens Vol. 2 No. 1 (2021): March
Publisher : Universitas Muhammdiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/jas.v2i1.9836

Abstract

Kawa daun telah dikenal masyarakat Minangkabau yang syarat akan nilai budaya dan nilai historisnya. Hadirnya industri kreatif, Kopi Kawa Daun sebagai produk Tanah Datar, Sumatera Barat. Selain mencari market yang luas, branding produk menjadi penting untuk pencapaian jangka panjang brand. Desain, pesan, promosi serta komunikasi brand Kopi Kawa Daun, dirancang sedemikian rupa sehingga mencirikan nilai historis dan identik dengan budaya Minangkabau. Komunikasi pemasaran itu sendiri merupakan proses penyampaian pesan dengan cara bujukan atau ajakan untuk menawarkan sebuah produk baik barang atau jasa. Dalam menjalankan strategi pemasaran guna mendapatkan perhatian dan juga kepercayaan konsumen terhadap suatu merek, perusahaan memerlukan media atau saluran yang dapat dijadikan sebagai perantara dalam proses komunikasi antara perusahaan dengan konsumen. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis strategi komunikasi pemasaran produk kopi kawa daun Tanah Datar dalam menciptakan brand awareness. Penelitian ini menggunakan metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif, dalam pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Informan dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling. Sementara untuk melihat keabsahan data penelitian ini menggunakan triangulasi sumber.Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa Komunikasi Pemasaran Kopi Kawa Daun untuk membangun brand awareness konsumen terhadap produk. Brand awareness publik dikategorikan berdasarkan pengalaman publik yaitu pada tahap brand recall dan brand recognition dan berdasarkan brand produk yaitu pada tahap top of mind.
Pemaknaan Apropriasi Budaya Pada Video Make A Wish Eka Perwitasari Fauzi; Kurniawan Prasetyo
Jurnal Komunikasi Global Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jkg.v12i1.28489

Abstract

Di era digital, konten bermuatan budaya asing bisa ditemukan dengan mudah dalam bentuk unggahan teks media seperti film dan musik di saluran media baru. Penelitian ini dilakukan untuk mengungkap pemaknaan audiens mengenai apropriasi budaya terhadap teks media berupa video klip musik dari Grup Idol NCT U yang berasal dari Korea Selatan. Penelitian ini mencoba menggali mengenai pemaknaan apropriasi budaya dari sudut pandang penggemar budaya pop Korea. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis resepsi dan teknik pengumpulan data melalui focus grup discussion (FGD) dengan 11 partisipan. Hasil penelitian dibagi menjadi empat kategorisasi bentuk apropriasi budaya yaitu cultural exchange (pertukaran budaya), cultural domination (dominasi budaya), cultural exploitation (eksploitasi budaya), dan transculturation (transkulturasi). Hasil penelitian menyatakan bahwa para informan memaknai apropriasi budaya sebagai dominasi budaya dan trankulturasi dalam teks media berupa video musik yang dibawakan oleh grup idol Korea NCT U. Temuan lain adalah peminjaman budaya tidak terhindarkan ketika dua budaya bertemu sehingga menyebabkan lahirnya sebuah budaya hibrida sebagai komoditas industri budaya. Karena masyarakat Indonesia yang merupakan masyarakat majemuk sudah terbiasa dengan peminjaman budaya, pemaknaan mengenai apropriasi budaya dianggap memiliki nilai positif.In the digital era, the accessibility of foreign cultural content has greatly increased through the availability of media texts such as films and music on new media channels. This research aims to investigate how audiences perceive the cultural appropriation of media texts, specifically focusing on the music video clips of the South Korean Idol Group NCT U. The study seeks to explore the perspectives of fans of Korean pop culture in understanding the concept of cultural appropriation. Employing a qualitative approach, the research utilizes reception analysis methods and data collection techniques, including focus group discussions (FGD) with eleven participants. The findings of the study identify four categories of cultural appropriation: cultural exchange, cultural domination, cultural exploitation, and transculturation. The research reveals that the participants interpreted cultural appropriation as cultural domination and transculturation within the context of music videos by NCT U. Additionally, the study highlights the inevitability of cultural borrowing when different cultures interact, leading to the emergence of a hybrid culture as a commodity within the cultural industry. Given the pluralistic nature of Indonesian society, the borrowing of culture is viewed positively, suggesting a favorable perception of cultural appropriation.
Tumbuh Kreativitas dan Keterampilan Digital: Pengembangan Kemampuan Content Creator di Kalangan Siswa Jurusan Multimedia SMKN 49 Jakarta Prasetyo, Kurniawan
Inovasi Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 2 No 2 (2024): IJPM - Agustus 2024
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/ijpm.419

Abstract

Survey menemukan bahwa content creator adalah pekerjaan impian baru bagi anak-anak di masa depan. Namun, perlu diingat bahwa anak-anak harus memahami secara menyeluruh tentang kesulitan dan peluang yang ditawarkan oleh content creator, mereka akan memiliki pemahaman yang mendalam tentang konsep literasi digital saat mereka benar-benar bekerja sebagai pembuat konten. Siswa SMKN 49 Jakarta Utara jurusan Multimedia memiliki masalah dengan keterampilan digital, diantaranya: Kendala infrastruktur dan aksesibilitas dalam mengoptimalkan media digital; Kurangnya keterlibatan dan dukungan serta peluang industri digital; Kurangnya kesadaran karir di bidang industri digital; Serta kurangnya pengembangan softskill. Fokus dan tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk menumbuhkan kreativitas dan keterampilan digital dengan pengembangan kemampuan content creator di kalangan siswa jurusan multimedia SMKN 49 Jakarta Utara. Target luaran yang dihasilkan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah peningkatan peningkatan daya saing siswa jurusan multimedia SMKN 49 Jakarta dalam keterampilan digital dan kreativitas melalui pengembangan kemampuan content creator, yang diukur melalui monitoring dan evaluasi pasca kegiatan
Memberdayakan UMKM Berbasis Komunitas melalui Konten Digital Inklusif: Program Pelatihan Kreatif untuk Social Media Engagement Kurniawan Prasetyo; Mahmudah, Siti Muslichatul; Meilandri, Rio
ABDISOSHUM: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 3 (2025): September 2025
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/abdisoshum.v4i3.6262

Abstract

This community service program was initiated in response to the limited capacity of community-based MSMEs in utilizing inclusive digital content to improve their marketing performance and customer engagement. Many MSMEs struggle with creating visually appealing and accessible content due to a lack of technical skills, strategic planning, and understanding of digital branding. The goal of this activity was to empower MSMEs and vocational school students in South Tangerang by enhancing their ability to create inclusive, creative, and impactful social media content. The program applied a participatory empowerment approach, combining training, mentoring, and hands-on workshops. The results showed a significant improvement in the participants’ skills in content creation, digital branding, and audience engagement strategies. Participants also demonstrated behavioral changes, such as consistent posting schedules and increased use of storytelling formats. The activity received wide community appreciation and was featured in multiple online media, indicating strong public relevance. It also aligned with several Sustainable Development Goals (SDGs), particularly in quality education, economic growth, and innovation. In conclusion, the service program effectively contributed to building digital competence and inclusive communication practices among MSMEs. Future initiatives are encouraged to adopt adaptable, inclusive, and community-oriented approaches to maximize impact and sustainability.
Pengamanan Jejak Digital Jejak Digital: Pelatihan dan Edukasi Keamanan Data Pribadi bagi Siswa SMAN 1 Cimarga, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten. Bate, Andi Pajolloi; Prasetyo, Kurniawan
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 5 No 5 (2025): JAMSI - September 2025
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.2055

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah melahirkan peluang sekaligus tantangan baru, termasuk ancaman terhadap keamanan data pribadi. Remaja sebagai pengguna aktif media digital, rentan terhadap berbagai bentuk penyalahgunaan data pribadi karena minimnya kesadaran dan keterampilan dalam mengelola privasi digital. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan siswa sekolah menengah dalam menjaga jejak digital melalui edukasi keamanan data pribadi. Bertempat di SMAN 1 Cimarga, Lebak, kegiatan ini dilaksanakan dalam bentuk seminar interaktif dan praktik pengamanan akun digital yang melibatkan siswa kelas 10 sebagai peserta utama. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman siswa terhadap pentingnya perlindungan data pribadi, serta keberhasilan dalam mengaplikasikan autentikasi tiga faktor dan pengaturan privasi akun media sosial.