Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap dinamika pengasuhan anak usia dini pada keluarga broken home di PAUD Al-Basthi Pamekasan. Perceraian atau ketidakharmonisan orang tua sering kali menjadi hambatan besar dalam memberikan pola asuh yang optimal, yang berdampak langsung pada perkembangan emosional dan sosial anak. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan desain studi fenomenologis untuk mengeksplorasi pengalaman nyata serta pemaknaan informan terhadap pola pengasuhan pasca-perceraian. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari orang tua tunggal (single parent), nenek/wali anak, serta guru di PAUD Al-Basthi Pamekasan. Analisis data menerapkan teknik analisis fenomenologis (Interpretative Phenomenological Analysis/IPA) yang meliputi reduksi data, kategorisasi, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dinamika pengasuhan pada keluarga broken home di lembaga tersebut menghadapi tantangan berupa pembagian peran yang timpang, keterbatasan finansial, dan ketidakstabilan emosi pengasuh. Kendati demikian, terdapat upaya resiliensi melalui pengalihan pengasuhan kepada keluarga besar (nenek) dan kolaborasi aktif dengan guru PAUD untuk menjaga konsistensi stimulus perkembangan anak. Penelitian ini menyimpulkan bahwa dukungan sosial lingkungan sekitar dan keterlibatan sekolah menjadi faktor kunci dalam meminimalkan dampak negatif struktur keluarga yang retak terhadap tumbuh kembang anak usia dini.
Copyrights © 2026