Penyakit ginjal kronik (PGK) merupakan masalah kesehatan global yang terus meningkat, dan bukti terkini menunjukkan bahwa parameter muskuloskeletal berperan penting dalam memengaruhi fungsi renal. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara komposisi otot tubuh dan kekuatan otot dengan laju filtrasi glomerulus (eGFR) pada masyarakat dewasa di Kelurahan Kota Bambu. Studi potong lintang dilakukan pada 107 partisipan usia 18–77 tahun, meliputi pengukuran massa otot tubuh menggunakan BIA, kekuatan genggaman tangan, serta pemeriksaan kreatinin serum untuk perhitungan eGFR berbasis CKD-EPI. Hasil analisis menunjukkan korelasi positif yang bermakna antara massa otot tubuh utama dan eGFR (r=0,205; p<0,05), dengan kontribusi lebih rendah pada massa otot lengan dan total tubuh, serta korelasi lemah pada kekuatan genggaman tangan. Temuan ini menegaskan bahwa kesehatan otot, khususnya otot tubuh utama, memiliki peran signifikan dalam mempertahankan fungsi filtrasi ginjal melalui mekanisme metabolik dan inflamasi. Meskipun demikian, keterbatasan desain observasional membatasi kesimpulan kausal dan generalisasi hasil ke populasi yang lebih luas. Studi lanjutan dengan desain longitudinal dan integrasi biomarker tambahan diperlukan untuk memperkuat pemahaman mengenai hubungan muskulo-renal dan mendukung pengembangan strategi skrining komunitas yang lebih akurat dan aplikatif.
Copyrights © 2026