Diabetes Melitus tipe 2 (DMT2) termasuk penyakit metabolik dengan insiden terus meningkat. Massa otot berperan dalam metabolisme glukosa dan diduga berhubungan dengan kejadian DMT2. Penelitian ini memiliki bertujuan untuk mengetahui korelasi massa otot dengan DM tipe 2 pada populasi usia produktif di Jakarta Barat. Penelitian menggunakan analitik observasional dengan desain potong lintang yang melibatkan 207 responden usia produktif di Kelurahan Kosambi Jakarta Barat. Penilaia massa otot dilakukan menggunakan alat Bioelectrical Impedance Analysis (BIA), sedangkan penentuan DMT2 ditentukan berdasarkan kadar gula darah 2 jam post-prandial (G2PP). Rerata massa otot responden adalah 10,34 ± 1,16 kg/m² dan rerata kadar G2PP sebesar 89,66 ± 24,086 mg/dL. Sebanyak 7 responden (3,4%) teridentifikasi mengalami DMT2. Hasil dari analisis menyatakan korelasi negatif yang sangat lemah dan juga tidak bermakna antara massa otot dengan DMT2 (r = -0,047; p = 0,498). Penelitian ini menunjukkan bahwa massa otot bukan faktor yang cukup memengaruhi terjadinya DMT2 pada populasi usia produktif di Kelurahan Kosambi Jakarta Barat. Penelitian lebih lanjut dibutuhkan untuk melihat faktor risiko apa yang memiliki korelasi terhadap DM tipe 2.
Copyrights © 2026