Lansia yang tinggal di panti sosial sering menghadapi berbagai keterbatasan yang dapat menurunkan kontrol terhadap kehidupan, seperti keterbatasan mobilitas, kurangnya kebebasan dalam menentukan preferensi pribadi, serta terbatasnya interaksi sosial yang bermakna. Kondisi ini berpotensi memunculkan learned helplessness apabila berlangsung secara terus-menerus. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas intervensi psikososial berbasis penguatan motivasi, kognisi, dan emosi dalam menurunkan learned helplessness pada lansia di Panti Sosial X. Penelitian menggunakan desain pre-experimental dengan pendekatan one group pretest-posttest design, yang melibatkan 10 lansia dengan kecenderungan learned helplessness. Pengukuran dilakukan menggunakan Learned Helplessness Scale sebelum (M = 49,7) dan sesudah intervensi (M = 47,4). Hasil analisis menunjukkan bahwa intervensi belum menghasilkan penurunan yang signifikan secara statistik terhadap learned helplessness (p = 0,082), meskipun menunjukkan effect size sedang (Cohen’s d = -0.545). Hal ini diduga berkaitan dengan keterbatasan durasi dan frekuensi intervensi, mengingat learned helplessness berhubungan dengan pola atribusi yang cenderung stabil. Meskipun demikian, hasil evaluasi kualitatif menunjukkan adanya perubahan positif pada kondisi psikologis lansia, seperti peningkatan persepsi diri, munculnya motivasi untuk merawat diri, serta perubahan emosional berupa perasaan lebih lega, tenang, senang, dan bersemangat. Penelitian selanjutnya disarankan untuk menggunakan durasi dan frekuensi intervensi yang lebih memadai serta mempertimbangkan kesesuaian metode dengan karakteristik lansia dan kondisi lingkungan.
Copyrights © 2026