Stunting masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia dengan prevalensi sebesar 21,5% berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia tahun 2023, yang masih berada di atas ambang batas WHO. Stunting disebabkan oleh kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang terutama pada periode 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), yang berdampak pada gangguan pertumbuhan fisik dan perkembangan kognitif anak. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat dalam pencegahan stunting melalui optimalisasi 1000 HPK di UPTD Puskesmas Aren Jaya Kota Bekasi. Metode yang digunakan adalah pendekatan promotif-preventif melalui penyuluhan interaktif dan diskusi menggunakan media visual. Jumlah peserta sebanyak 38 orang. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test. Hasil menunjukkan adanya peningkatan skor rata-rata pengetahuan dari 62,4 menjadi 84,7 (peningkatan sebesar 22,3 poin atau 35,7%). Peningkatan terjadi pada pemahaman gizi ibu, kepatuhan konsumsi Tablet Tambah Darah, ASI eksklusif, serta praktik MPASI yang tepat. Kegiatan ini menunjukkan bahwa edukasi kesehatan yang terstruktur dan partisipatif efektif dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat. Diperlukan keberlanjutan program edukasi serta kolaborasi lintas sektor untuk mendukung percepatan penurunan stunting.
Copyrights © 2026