Program penguatan kapasitas masyarakat berbasis literasi lintas generasi diperlukan untuk menjawab berbagai permasalahan yang masih ditemukan di Kelurahan Podorejo, Kota Semarang, seperti rendahnya literasi dasar anak, pemanfaatan teknologi digital yang belum produktif pada remaja, terbatasnya inovasi usaha masyarakat usia produktif, serta rendahnya keterlibatan lansia dalam kegiatan produktif. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan mengevaluasi implementasi model integrasi empat pojok literasi dalam Program Ngrembaka Aksara untuk memperkuat kecakapan hidup, keterampilan kewirausahaan berbasis pendidikan, dan ketahanan keluarga menuju kelurahan cerdas berkelanjutan. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui studi dokumentasi dengan triangulasi data yang bersumber dari dokumen perencanaan program dan dokumen pelaksanaan kegiatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model empat pojok literasi telah diimplementasikan melalui berbagai kegiatan pembelajaran lintas generasi yang melibatkan anak, remaja, masyarakat usia produktif, dan lansia. Pelaksanaan program didukung oleh kolaborasi berbagai pihak sehingga mampu memperkuat kecakapan hidup sesuai karakteristik setiap kelompok sasaran, mengembangkan keterampilan kewirausahaan berbasis pendidikan, serta meningkatkan peran keluarga dalam mendukung proses pembelajaran masyarakat. Model integrasi empat pojok literasi efektif menjadi strategi pemberdayaan masyarakat berbasis literasi lintas generasi dan berpotensi mendukung terwujudnya kelurahan cerdas yang berkelanjutan.
Copyrights © 2026