Inflasi nilai siswa menjadi tantangan penting dalam menjaga integritas penilaian dan mutu pendidikan di sekolah menengah, termasuk di SMAN 1 Genteng. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan kebijakan pendidikan agile dalam mengatasi nilai inflasi serta merumuskan model tata kelola dasar yang memperkuat akuntabilitas dan transparansi penilaian siswa. Penelitian menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan analisis dokumen yang melibatkan pimpinan sekolah, guru, serta dokumen akademik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan agile mendorong pengambilan keputusan yang adaptif, pengawasan kolaboratif, dan evaluasi berbasis bukti sehingga mampu mengurangi praktik pemberian nilai yang subjektif dan meningkatkan kredibilitas penilaian. Model tata kelola yang dihasilkan mengintegrasikan kebijakan kelincahan, partisipasi pemangku kepentingan, dan mekanisme pengendalian mutual berkelanjutan untuk meminimalkan nilai inflasi secara sistematis. Penelitian menyimpulkan bahwa kepemimpinan pendidikan tangkas merupakan strategi tata kelola yang efektif dalam membangun sistem penilaian yang adil dan akuntabel. Implikasi penelitian menunjukkan bahwa prinsip tata kelola agile dapat diadopsi sekolah untuk memperkuat penjaminan mutu pendidikan dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap hasil evaluasi akademik.
Copyrights © 2026