Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam implementasi metode tanya jawab berdasarkan Higher Order Thinking Skills (HOTS) pada mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) di Madrasah Aliyah (MA) Nurul Hidayah Almincis Kolaka. Pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus digunakan dalam penelitian ini. Data dikumpulkan melalui wawancara semi terstruktur kepada guru SKI dan siswa kelas XI, observasi partisipatif dalam proses pembelajaran, serta dokumentasi berupa Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan hasil evaluasi siswa. Analisis data menerapkan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa implementasi metode tanya jawab berbasis HOTS diwujudkan melalui tiga tahapan utama: stimulasi kritis berbasis masalah sejarah, penelitian pertanyaan analitis-evaluatif (mengapa dan bagaimana), serta penguatan konsep melalui refleksi nilai moral sejarah (ibrah). Tantangan utama yang dihadapi meliputi keragaman kemampuan dasar keagamaan siswa dan kecenderungan pola pikir pasif dalam menanggapi pertanyaan analitis. Meskipun demikian, metode ini terbukti efektif meningkatkan keaktifan kritis siswa serta mengubah persepsi mata pelajaran SKI dari sekadar hafalan menjadi analisis kontekstual yang bernilai sosial-budaya. Implikasi penelitian ini menekankan pentingnya pemulihan kompetensi pedagogik guru dalam merancang stimulus pembelajaran berbasis HOTS di lingkungan madrasah.
Copyrights © 2026