Pembelajaran fluida dinamis di sekolah menengah sering terkendala oleh sifat abstrak asas kontinuitas dan Hukum Bernoulli, terutama ketika pembelajaran didominasi metode ceramah dan penyelesaian matematis. Keterbatasan ketersediaan alat praktikum venturimeter yang relatif mahal dan kurang praktis semakin menghambat pelaksanaan eksperimen. Penelitian ini bertujuan merancang serta menguji kelayakan venturimeter sederhana berbahan PVC sebagai media praktikum fluida dinamis. Metode yang digunakan adalah eksperimen laboratorium dengan pendekatan kuantitatif. Dua model venturimeter dibuat dengan diameter pipa utama sama dan variasi diameter leher berbeda. Debit aliran ditentukan melalui metode volumetrik sebagai acuan dan perhitungan berdasarkan persamaan Bernoulli menggunakan data beda tinggi kolom fluida pada tabung piezometer terbuka. Setiap pengukuran dilakukan sebanyak sepuluh kali pengulangan, kemudian dianalisis galat dan koefisien debitnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa venturimeter sederhana dapat berfungsi dengan baik secara struktural. Model dengan leher kecil menghasilkan debit yang lebih mendekati nilai acuan, dengan galat rata-rata sekitar 18% dan tren data yang sesuai dengan teori Bernoulli, sedangkan model leher besar menunjukkan galat lebih tinggi, sekitar 55%, yang mengindikasikan pengaruh kehilangan energi dan kecenderungan aliran turbulen. Perbedaan akurasi ini menegaskan bahwa geometri venturimeter berperan penting terhadap distribusi tekanan dan stabilitas aliran. Secara pedagogis, venturimeter sederhana berbasis PVC, khususnya model leher kecil, layak digunakan sebagai alat praktikum untuk memvisualisasikan konsep fluida dinamis di sekolah, meskipun masih memerlukan penyempurnaan desain dan prosedur pengukuran untuk meningkatkan akurasi kuantitatif
Copyrights © 2026