Public space plays a crucial role in improving urban quality of life by supporting social interaction, physical activity, and community engagement. However, many existing public spaces in Indonesian cities are not designed with sufficient attention to user comfort, inclusivity, and long-term spatial sustainability. This study evaluates the implementation of the placemaking concept in UNDIP Jogging Track Park, Semarang, by examining four key elements: Uses and Activities, Comfort and Image, Access and Linkages, and Sociability. A qualitative descriptive approach was employed, supported by systematic field observations, spatial mapping, informal user interviews, and triangulation through spatial plan analysis and activity-based interpretation. Data were analyzed using placemaking indicators as an evaluative framework to assess the relationship between spatial configuration, facility distribution, environmental quality, and user perception. The results demonstrate that only 17 of 33 placemaking subcategories were fulfilled, indicating partial implementation of placemaking principles. Nevertheless, the park exhibits strong sociability, high activity diversity, and continuous daily use, supported by spatial integration, visual openness, and functional facility provision. The findings reveal a structural gap between functional success and comprehensive placemaking performance, particularly in aspects of universal accessibility, passive engagement spaces, micro-scale comfort, and inclusive design. This study uniquely positions campus-based public space as a hybrid socio-spatial environment, integrating academic life, public use, and everyday urban activities within a single placemaking evaluation framework. This study contributes to placemaking literature by providing an integrated user-centered assessment model within a campus-based public space context, offering both theoretical insights and practical implications for inclusive and sustainable urban public space development.Keywords: Placemaking Concept, Placemaking Indicators, Campus Open Space, Public Space. Ruang publik memainkan peran penting dalam meningkatkan kualitas hidup perkotaan dengan mendukung interaksi sosial, aktivitas fisik, dan keterlibatan komunitas. Namun, banyak ruang publik yang ada di kota-kota Indonesia belum dirancang dengan perhatian yang memadai terhadap kenyamanan pengguna, inklusivitas, dan keberlanjutan spasial jangka panjang. Penelitian ini mengevaluasi penerapan konsep placemaking di Taman Jogging Track UNDIP, Semarang, dengan mengkaji empat elemen kunci, yaitu: penggunaan dan aktivitas, kenyamanan dan citra, akses dan keterhubungan, serta sosiabilitas. Pendekatan deskriptif kualitatif digunakan, didukung oleh observasi lapangan sistematis, pemetaan spasial, wawancara informal dengan pengguna, serta triangulasi melalui rencana tata ruang dan interpretasi berbasis aktivitas. Data dianalisis menggunakan indikator placemaking sebagai kerangka evaluatif untuk menilai hubungan antara konfigurasi spasial, distribusi fasilitas, kualitas lingkungan, dan persepsi pengguna. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hanya 17 dari 33 subkategori placemaking yang terpenuhi, yang mengindikasikan penerapan prinsip placemaking secara parsial. Meskipun demikian, taman ini menunjukkan sosiabilitas yang kuat, keragaman aktivitas yang tinggi, serta penggunaan harian yang berkelanjutan, yang didukung oleh integrasi spasial, keterbukaan visual, dan penyediaan fasilitas yang fungsional. Temuan ini mengungkap adanya kesenjangan struktural antara keberhasilan fungsional dan kinerja placemaking yang komprehensif, khususnya pada aspek aksesibilitas universal, ruang keterlibatan pasif, kenyamanan skala mikro, dan desain inklusif. Studi ini secara unik memposisikan ruang publik berbasis kampus sebagai lingkungan sosio-spasial hibrida, yang mengintegrasikan kehidupan akademik, penggunaan publik, dan aktivitas perkotaan sehari-hari dalam satu kerangka evaluasi pembentukan ruang. Penelitian ini berkontribusi terhadap literatur placemaking dengan menyediakan model penelitian terintegrasi yang berorientasi pada pengguna dalam konteks ruang publik berbasis kampus, serta menawarkan wawasan teoris dan implikasi praktis bagi pengembangan ruang publik perkotaan yang inklusif dan berkelanjutan.Kata kunci: Konsep Placemaking, Indikator Placemaking, Ruang Terbuka Kampus, Ruang Publik.
Copyrights © 2026